BNPB: Ancaman Bencana di Indonesia Meningkat pada 2019

  • Sabtu, 30 Maret 2019 - 00:14:24 WIB | Di Baca : 129 Kali

SeRiau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan, intensitas bencana alam pada 2019 meningkat dibandingkan yang terjadi pada 2018. Peningkatan itu dilihat dari perbandingan jumlah bencana yang terjadi dalam kurun Januari hingga Maret dua tahun itu.

Menurut BNPB, peningkatan jumlah bencana di tahun 2019 mencapai 32,4 persen. Kerugian materil dan jumlah korban jiwa juga meningkat.

BNPB mencatat telah terjadi 1.107 bencana alam di berbagai wilayah Indonesia, terhitung sejak 1 Januari sampai 28 Maret 2019. Jumlah ini meningkat signifikan dari jumlah bencana pada Januari hingga Maret 2018 yaitu 836 kejadian.

Loading...

Jenis bencana alam yang dicatat BNPB selama Januari-Maret 2019 meliputi gempa bumi, erupsi gunung api, banjir, longsor, puting beliung, dan bencana alam lainnya.

“Kalau jumlah kejadiannya, terjadi kenaikan atau peningkatan 32,4 persen dibandingkan tahun 2018. Korban jiwa juga demikian. Korban jiwa meningkat 275 persen, yang tahun 2018, 100 orang meninggal dunia tetapi tahun 2019 ini korban meninggal 375,” ungkap Kapusdatin BNPB, Sutopo P. Nugroho, saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (29/3).

Adapun akibat yang ditimbulkan 1.107 kejadian bencana itu yaitu 279 orang meningal dunia, 1.340 orang luka-luka, 96 orang hilang, 850.772 orang mengungsi, 17.521 rumah terdampak, serta 531 fasilitas publik rusak.

“Tentu ini menunjukkan bahwa ancaman bencana di wilayah Indonesia meningkat. Karena faktanya meningkat,” ucap Sutopo.

Menurut Sutopo, rentetan peristiwa bencana itu telah menyebabkan kerugian mencapai triliunan Rupiah.

"Tentu kerugian ekonomi ini mencapai triliunan rupiah. Kami belum menghitung berapa kerugian ekonomi. Baik kerugian yang langsung mapun tidak langsung dari bencana sampai dengan akhir Maret 2019 belum menghitung secara pasti tapi kita perkirakan triliunan Rupiah," ucapnya.

Jenis Bencana dan Sebaran Wilayah

Data BNPB, dari total bencana tersebut, jenis bencana alam dominan yang terjadi yaitu banjir dan longsor. Dari seluruh banjir dan longsor yang telah terjadi, yang terparah yaitu banjir bandang di Sulawesi Selatan dan banjir bandang di Sentani, Papua. Kedua daerah tersebut, sampai saat ini masih berada dalam status pemulihan pascabencana.

Sementara dari sisi sebaran wilayah bencana, yang dihitung dari Sabang sampai Merauke, intensitas paling tinggi terjadi di pulau Jawa.

“Mengapa di Jawa, karena memang hampir 60 persen penduduk Indonesia tinggal di Jawa. Mereka menempati daerah-daerah yang rawan bencana. Bahkan di zona merah, dengan tingkat mitigasi yang sangat minim sekali," kata Sutopo.

"Makanya ketika terjadi pemicu, yaitu curah hujan berintensitas tinggi, akhirnya timbullah bencana yang akhirnya memakan korban jiwa,” tambah Sutopo. (**H)


Sumber: kumparanNEWS




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar