Anak Usaha Tersangkut Dugaan Korupsi, Saham Humpuss Stagnan

  • Jumat, 29 Maret 2019 - 10:48:15 WIB | Di Baca : 97 Kali

 


SeRiau - Harga saham PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk dibuka stagnan di level Rp660 per saham pada perdagangan akhir pekan, Jumat (29/3). Kondisi ini lantaran tidak ada transaksi jual dan beli saham berkode HITS itu oleh pelaku pasar. 

Hal ini terjadi usai salah staff dari anak usaha Humpuss Intermoda Transportasi, yakni PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) terciduk oleh Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) pada Rabu (27/3) malam. 

Loading...

Analis Mega Capital Sekuritas Adrian M Priyatna menjelaskan pelaku pasar masih ragu untuk melakukan transaksi pada saham perusahaan yang baru saja terkena kasus hukum. Tak heran, harga saham tak bergerak sampai pukul 10.00 WIB atau satu jam pertama perdagangan dimulai hari ini. 

"Kemungkinan kekhawatiran pelaku pasar masih akan berlanjut, namun untuk secara fundamental mungkin masih harus menunggu (wait and see) perkembangan kasusnya," ungkap Adrian kepada CNNIndonesia.com.

Ia tak bisa memprediksi sampai kapan kondisi ini terjadi. Jika kejadian penangkapan staff Humpuss Transportasi Kimia berpengaruh pada kinerja sang induk, maka bukan tidak mungkin tren pelemahan saham Humpuss Intermoda Transportasi bersifat jangka panjang.

"Tapi jika induk usaha kooperatif maka kekhawatiran investor harusnya akan berkurang," ujarnya.

Hari ini, ia meramalkan harga saham Humpuss Intermoda Transportasi masih terkoreksi. Namun, nominal persentasenya akan bergantung dari kondisi pasar secara keseluruhan.

Artinya, jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau, ada potensi pelemahan saham Humpuss Intermoda Transportasi lebih terbatas dari posisi penutupan kemarin.

RTI Infokom mencatat saham tersebut melorot 1,49 persen atau 10 poin ke level Rp660 per saham pada Kamis (28/3). Level itu merupakan yang terendah dalam dua pekan terakhir.

Sementara, Analis Panin Sekuritas William Hartanto berpendapat pergerakan saham Humpuss Intermoda Transportasi masih wajar. Ia mengindikasikan belum ada kepanikan yang signifikan dari pelaku pasar.

"Saya barusan cek pergerakan masih seperti biasa. Rentang pergerakan masih sama," tutur William.

Menurutnya, pergerakan saham emiten yang bergerak dalam bidang pengangkutan beberapa komoditas ini normalnya berada dalam rentang Rp580-Rp800 per saham. Ia memastikan kasus hukum yang menimpa perusahaan belum berpengaruh banyak pada sahamnya.

Sekadar informasi, salah satu staff Humpuss Transportasi Kimia yang ditangkap bernama Asty Winasti selaku Marketing Manager perusahaan. Ia diamankan KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Tak sendiri, enam orang lainnya juga menjadi target KPK dalam OTT tersebut. Hal ini terkait dugaan suap untuk pelaksanaan kerja sama pengangkutan di bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dengan Humpuss Transportasi Kimia. 

KPK telah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka dalam dugaan kasus suap tersebut. Salah satunya, Asty dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari fraksi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso. 

 

 

Sumber CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar