Rupiah Kembali Melemah Jadi Rp14.186 per Dolar AS

  • Senin, 25 Maret 2019 - 18:41:14 WIB | Di Baca : 116 Kali


SeRiau - Nilai tukar rupiahberada di posisi Rp14.186 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Senin (25/3) sore. Angka itu melemah 0,17 persen dibanding posisi rupiah Jumat (22/3) yakni Rp14.162 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank IndonesiaJakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.223 per dolar AS atau melemah dibanding Jumat yakni Rp14.157 per dolar AS. Adapun, rupiah hari ini diperdagangkan di kisaran Rp14.185 hingga Rp14.225 per dolar AS.

Sejumlah mata uang utama Asia melemah pada perdagangan hari ini. Yen Jepang melemah 0,18 persen disusul ringgit Malaysia sebesar 0,11 persen. Kemudian, peso Filipina dan dolar Hong Kong masing-masing melemah sebesar 0,05 persen dan 0,01 persen.

Loading...

Kendati demikian, ada beberapa mata uang yang menguat terhadap dolar AS seperti dolar Singapura sebesar 0,1 persen, yuan China sebesar 0,11 persen, dan rupee India sebesar 0,14 persen. Kali ini juara di Asia diduduki oleh baht Thailand dengan penguatan sebesar 0,61 persen.

Sementara itu, pergerakan mata uang negara maju terbilang bervariasi. Euro menguat 0,03 persen sementara dolar Australia menguat 0,1 persen. Hanya saja, poundsterling Inggris melemah 0,09 persen.

Analis Asia Tradepoint Future Deddy Yusuf Siregar mengatakan saat ini rupiah tak menarik sebagai aset investasi lantaran terjadi anomali di imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) AS.

Seiring kekhawatiran pertumbuhan ekonomi AS, kini suku bunga dengan tenor tiga bulan lebih diminati investor dan menyebabkan yield-nya meningkat. Bahkan, yield ini lebih tinggi dibanding obligasi pemerintah 10 tahun, sehingga kondisi ini menyebabkan inverted bond yield.

"Ini menjadikan rupiah kurang menarik, sementara dolar AS kini menjadi safe haven bagi investor," terang Deddy kepada CNNIndonesia.com, Senin (25/3).

Kemudian, pelaku pasar juga masih mengantisipasi kelanjutan negosiasi perang dagang antara AS dan China seiring pertemuan delegasi AS ke Beijing dalam rangka pertemuan tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Tak ketinggalan, investor juga mengantisipasi voting ketiga Brexit pada akhir pekan ini.

Voting parlemen Inggris ini akan menjadi penentu Inggris bisa memperpanjang tenggat waktu Brexit dari 29 Maret 2019 mendatang atau keluar dari Inggris tanpa kompensasi apa-apa, atau biasa disebut no-deal Brexit.

"Jadi sejauh ini, pelaku pasar cenderung berhati-hati," pungkas dia.

 


Sumber CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar