Ribuan Warga Dunia Demo Masalah Perubahan Iklim di COP24 Polandia

  • Sabtu, 08 Desember 2018 - 22:54:21 WIB | Di Baca : 1141 Kali

SeRiau - Ribuan masyarakat dari seluruh dunia berunjuk rasa di sela-sela penyelenggaraan Konferensi Perubahan Iklim PBB atau Conference of Parties UNFCCC ke-24 di Katowice, Polandia, Sabtu (8/12) sore waktu setempat. Mereka menyerukan masalah perubahan iklim global dan dampaknya bagi kelangsungan hidup manusia.

Pantauan kumparan di lokasi, unjuk rasa ini tak hanya diikuti oleh aktivis lingkungan dan organisasi nonprofit atau NGO, namun juga diikuti oleh elemen individu masyarakat sipil. Mereka membawa berbagai pamflet dan spanduk dengan berbagai warna dan bahasa yang bertuliskan masalah lingkungan dan perubahan lingkungan. Seperti ‘No coal in future’, ‘Stop Climate Change Now’, ‘No Plan-et B’ dan lain sebagainya.

“Apa yang kita inginkan? Keadilan dalam perubahan iklim. Kami ingin menyelamatkan bumi, para politisi dan perusahaan bangunlah ini masalah serius,” seru salah seorang orator diikuti para peserta.

Beberapa NGO serta individu asal Indonesia juga ikut berpartisipasi dalam demonstrasi kali ini. Mereka turut membaur bersama masyarakat dunia lainnya menyerukan masalah lingkungan dan perubahan iklim.

Dinda Nuur Annisa Yura dari NGO Solidaritas Perempuan turut menyuarakan masalah keseteraan gender dalam mengatasi perubahan iklim. Menurutnya, aksi ini adalah upaya untuk mengingatkan para pemimpin dunia agar segera bertindak dalam mengatasi perubahan iklim.

“Di sini sedang diadakan UNFCCC COP tentang perubahan iklim tapi memang tidak banyak space untuk masyarakat sipil ketika suhu bumi mencapai 1,5 derajat. Makanya masyarakat dari berbagai megara turun di sini mengingatkan bahwa hari ini kita tak ada waktu lagi,” jelasnya.

“Pemimpin negara harus bertindak dan kita sebagai rakyat sedang mengumpulkan kekuatan bersama-sama mengatasi perubahan iklim,” imbuhnya.

Meski suhu mencapai 7 derajat celcius, para demonstran tak berhenti menyuarakan masalah perubahan iklim. Bahkan mereka menyanyi dan menari bersama sebagai wujud solidaritas masyarakat dunia dalam mengatasi perubahan iklim.

Selain itu, mereka juga menuntut agar COP24 dapat menghasilkan kerangka kerja dan pedoman dari Perjanjian Perubahan Iklim Paris atau Paris Agreement yang ditandatangani saat COP21 di Paris, pada 2015.

Perjanjian Paris itu berisi tentang kesepakatan mengawal pengurangan emisi gas karbon dioksida atau gas rumah kaca yang berlaku sejak 2020. Hal ini untuk mendukung pengurangan laju pemanasan global hingga di bawah 1,5-2 derajat celcius selambat-lambatnya pada 2030.

Aksi ini mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian Katowice. Sejumlah ruas jalan di Katowice sempat ditutup demi kelancaran aksi unjuk rasa ini. Masyarakat Katowice juga terlihat antusias melihat aksi damai ini. (**H)


Sumber: kumparanNEWS





Berita Terkait

Tulis Komentar