Tolak Tambang, Ratusan Warga Hadang WNA dan Staf Dinas ESDM

  • Kamis, 06 Desember 2018 - 00:06:39 WIB | Di Baca : 94 Kali

SeRiau - Ratusan Warga Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember Jawa Timur, Rabu (5/12/2018), menghadang mobil milik staf Dinas Energi Sumber Data Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur saat akan melakukan survei lokasi tambang emas di desa tersebut.

Menurut salah satu tokoh masyarakat setempat, Taufik Nur Ahmadi, sejak awal warga di Desa Pace menolak keras adanya pertambangan.

"Bahkan pascaturunnya surat keputusan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dari Kementerian ESDM, warga mulai berjaga-jaga, dan melakukan sweeping terutama kendaraan yang mencurigakan. Warga tidak ingin ada aktivitas penambangan di sana," tegasnya.

Loading...

Akhirnya, sekitar pukul 08.30 WIB ada beberapa kendaraan yang masuk ke Desa Pace dan langsung dihadang oleh warga.

"Waktu itu hanya sopir yang turun dan menemui kami, setelah kami tanya mereka saat itu beralasan akan berinvestasi pohon sengon. Tetapi kami tidak percaya," kata Taufik.

Warga kemudian semakin banyak yang berdatangan menuju mobil yang dihadang tersebut.

"Karena semakin banyak warga yang datang, dan saya kawatir terjadi anarkis, akhirnya saya menghubungi Bapak Kapolres Jember," akunya.

Begitu Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo tiba di lokasi, penumpang di dalam mobil baru berani turun.

"Ternyata yang ada di dalam mobil Warga Negara Asing dan staf dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur. Kami menduga itu investor tambang di Silo," tambahnya.

Kapolres Jember Kusworo Wibowo yang datang ke lokasi kemudian menenangkan warga, sehingga WNA dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, berhasil dievakuasi ke Mapolres Jember.

"Ada sekitar 300 warga yang datang untuk menghadang, kemudian saya sampaikan kepada warga, meskipun saat ini sudah turun WIUP untuk tambang di Silo, tidak serta merta bisa langsung dilangsungkan penambangan. Akhirnya warga bisa memahami, dan staf dari Dinas ESDM Jawa Timur serta beberapa warga asing berhasil kami evakuasi ke Mapolres Jember," terang Kusworo.

Saat ini, kondisi di Desa Pace sudah kembali kondusif, dan warga telah beraktivitas seperti biasa.

"Kami masih meminta keterangan dari staf Dinas ESDM Jawa Timur serta warga asing tersebut. Untuk sementara, mereka mengaku akan melakukan survei terkait lokasi tambang," tutup Kusworo. (**H)


Sumber: KOMPAS.com




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar