Trump Sedang Berusaha Membangun Tatanan Dunia Liberal yang Baru

  • Selasa, 04 Desember 2018 - 22:07:51 WIB | Di Baca : 190 Kali

SeRiau - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang berusaha membangun tatanan dunia liberal yang baru.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo yang menambahkan, Trump berusaha untuk mencegah perang dan memberikan kemakmuran.

Dalam pertemuan menteri luar negeri anggota NATO di Brussels, Belgia, Pompeo menyalahkan Iran, Rusia, dan China sebagai biang ketidakstabilan dunia saat ini.

Loading...

Menlu 54 tahun itu menyebut ketiga negara itu sebagai "aktor jahat" yang memanfaatkan celah dalam institusi global demi tujuan mereka sendiri.

Diwartakan Reuters via Newsweek Selasa (4/12/2018), Pompeo menjelaskan AS berkomitmen untuk menciptakan perdamaian dan kemakmuran.

Sesuai dengan tradisi berdemokrasi AS, dia menuturkan sudah tugas mereka mengumpulkan setiap negara untuk membangun tatanan dunia liberal baru.

"Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, kami tidak menanggalkan kepemimpinan internasional maupun rekan kami di sistem dunia ini," ujar Pompeo.

Meski begitu, Trump menuai kritikan dari seluruh dunia berkenaan dengan kebijakan "America First" yang dibawanya.

Seperti misalnya kepada NATO, Trump menyebut organisasi pertahanan Atlantik Utara itu telah "memeras" AS karena tak membayar biaya pertahanan di Eropa.

"Itu jelas salah. Kami bertindak demi melindungi dan memajukan kebebasan, transparansi, dan kebebasan dari negara berdaulat," kata Pompeo.

Dia menyebut organisasi seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, Uni Afrika, maupun Uni Eropa sudah dieksploitasi dan membutuhkan bantuan AS.

Pompeo mencontohkan yang diberikan Washington kepada Bank Dunia maupun IMF untuk menghentikan pendanaan kepada China yang sudah punya akses ke pasar finansial untuk mengembangkan modalnya.

Lebih lanjut, NATO meminta AS untuk tidak menarik diri dari perjanjian nuklir era Perang Dingin yang dibuat dengan Rusia.

Anggota NATO menginginkan AS bisa bekerja bersama Kremlin untuk mencari solusi demi mempertahankan pakta untuk mengontrol perlombaan senjata itu. (**H)


Sumber: KOMPAS.com




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar