Pembunuh John Lennon Baru Menyesal Setelah 20 Tahun di Penjara

  • Jumat, 16 November 2018 - 13:02:36 WIB | Di Baca : 212 Kali

 

SeRiau - Pembunuh dari John Lennon, yakni David Mark Chapman tengah menjalani masa hukuman. Setelah dipenjara selama 20 tahun, Chapman mengungkapkan bahwa dirinya telah dilanda malu dari tahun ke tahun.
Hal itu pun diutarakan David Mark Chapman di hadapan masyarakat umum dalam sidang pengajuan pembebasan yang ke-10 pada Agustus lalu di Wende Correctional Facility.

Pada persidangan itu, David Mark Chapman juga menyebutkan bahwa dirinya sangat menyesal karena telah membutuh personel The Beatles tersebut di apartemennya pada tanggal 8 Desember 1980.

Loading...

“Tiga puluh tahun lalu, saya tidak bisa mengatakan saya merasa malu, namun sekarang saya tahu apa artinya malu,” ucap David Mark Chapman.

David Mark Chapman mengaku sempat mendapatkan kegalauan dalam hatinya untuk membunuh John Lennon. 

Pasalnya pada waktu itu, ia merasa sangat bahagia lantaran John Lennon sudah memberikan tandatangan pada album yang dimilikinya.

“Saya ingat waktu itu dengan pikiran 'Hey, kamu sudah dapat album yang ditandatangani. Lilhatlah, dia sudah tanda tangan, sekarang pulanglah." Namun saya juga tidak mau pulang ketika itu,” ungkapnya.

Pihak pengadilan pun pada akhirnya tidak mengabulkan pembebasan yang diajukan oleh David Mark Chapman. Mereka mengatakan bahwa Chapman bisa menjadi masalah untuk keamanan publik, lantaran kemungkinan aksi balas dendam terhadap tindakannya.

 

 

Sumber Okezone




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar