PAN: Kami Tidak Tersinggung dengan Politik Genderuwo Jokowi

  • Jumat, 09 November 2018 - 20:12:35 WIB | Di Baca : 50 Kali

SeRiau - Presiden Joko Widodo menyebut ada banyak politikus yang justru membuat masyarakat takut. Jokowi menyebut politikus seperti ini menerapkan politik genderuwo.

Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan pihaknya sama sekali tidak tersinggung dengan pernyataan Jokowi itu, karena tidak merasa pernah menakut-nakuti masyarakat.

"Karena kami tidak merasa seperti itu, kami tidak tersinggung sama sekali," kata Eddy di Media Centre Prabowo-Sandi, Jakarta, Jumat (9/11).

Loading...

Bahkan, Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding menyebut bahwa mungkin salah satu politikus genderuwo itu adalah Prabowo Subianto. Eddy pun meminta Karding untuk lebih dahulu introspeksi diri sebelum mengeluarkan sebuah pernyataan.

"Saya sih bagaimana pun juga kita selalu introspeksi diri saja. Kalau memang kita dalam introspeksi diri itu, kita lihat dulu apa justru kita berperilaku seperti itu atau tidak," tuturnya.

Eddy yakin Jokowi mengeluarkan pernyataan itu dengan maksud agar ke depan tahun politik dapat berjalan dengan suasana yang teduh. Ia berharap agar tidak ada oknum-oknum tertentu yang memelintir pernyataan Jokowi dan malah memperkeruh suasana.

"Tapi kalau sampai itu ke bawah-bawah, saya rasa kita perlu jaga jangan sampai ucapan Pak Jokowi itu dipelintir. Justru dijadikan diskursus baru di mana ada politikus-politikus yang kerjanya hanya memperuncing, memperkeruh suasana," jelasnya.

Lebih lanjut, Eddy mengatakan tidak setuju apabila ada politikus yang kerap menyebar ketakutan kepada masyarakat lewat narasi-narasi yang sifatnya destruktif. Ia yakin masyarakat saat ini sudah cerdas untuk melihat mana informasi yang sifatnya hanya untuk menyebar ketakutan dan mana yang sifatnya positif.

"Masyarakat yang sudah cerdas akan melihat bahwa justru itu yang mereka ingin cegah, yang ingin mereka jauhi, dan saya yakin ke depannya masyarakat itu nanti juga sudah berpikir kalau politikus ini hanya menebar ancaman ketakutan, kemudian bertengkar di antara mereka, masyarakat akan berpikir mereka kapan punya waktu ngurusin. Saya itu yang paling penting," pungkasnya. (**H)


Sumber: kumparanNEWS




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar