Isu Intelijen di Kasus Habib Rizieq, Wiranto: Ah Jangan Katanya

  • Jumat, 09 November 2018 - 15:34:49 WIB | Di Baca : 64 Kali

 

SeRiau - Kasus pimpinan Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi, tengah menjadi sorotan luas. Imam Besar FPI itu diduga Kepolisian Saudi, telah memasang bendera kelompok separatis.

Terkait hal itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto enggan mencampuri kasus itu. Menurutnya, itu adalah urusan dari penegak hukum di Arab Saudi.

Loading...

"Itu urusan Arab saudi. Saya enggak akan mengurusi negara lain," kata Wiranto di kantornya di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat 9 November 2018.

Mantan Panglima ABRI ini menegaskan, Pemerintah Indonesia menyerahkan kasus itu kepada Pemerintah Saudi. "Bagaimana proses di Arab Saudi sana, serahkan Arab Saudi," ujarnya.
Mengenai adanya tudingan pihak intelijen Indonesia terlibat dalam kasus itu di sana, Wiranto juga enggan mengomentarinya. Dia mengaku tidak ingin berandai-andai.

"Ah jangan katanya. Saya enggak bahas katanya," kata Wiranto.
Sebelumnya, tokoh FPI, Novel Bamukmin, menengarai kerja rekayasa intelijen dalam peristiwa penempelan bendera berlafaz kalimat tauhid di rumah Habib Rizieq Shihab di Mekah, Arab Saudi. Novel mencurigai itu berdasarkan beberapa alasan.

"Ini ada intelijen hitam untuk membungkam Habib Rizieq, karena Habib Rizieq masih bisa memberikan instruksi, meski di Arab Saudi. Agar Habib Rizieq tidak bisa memberikan instruksi kepada umat," kata Novel dalam perbincangan dengan tvOne dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi pada Jumat 9 November 2018. 

 

 


Sumber viva.co




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar