Ruhut Sitompul Anggap Citra DPR Buruk karena Banyak Korupsi

  • Kamis, 08 November 2018 - 16:42:25 WIB | Di Baca : 55 Kali

SeRiau - Mantan anggota DPR RI, Ruhut Sitompul menyoroti kasus korupsi yang sering terjadi di internal DPR dalam sebuah acara diskusi. Ruhut menilai citra DPR buruk lantaran banyaknya kasus korupsi.

"Rusaknya DPR kan karena citra korupsinya," kata Ruhut saat membuka diskusi di kantor Populi Center, Jalan Letjen S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (8/11/2018).

Pernyataan itu disampaikan Ruhut usai menjadi pembicara di acara diskusi Populi Center. Diskusi itu bertema 'Menakar Kualitas Parlemen 2019'.

Loading...

Ruhut menyebut para anggota parpol bisa lolos dan masuk di DPR RI lantaran sosoknya yang disukai masyarakat. Ia mencontohkan sosok Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah yang sudah dipecat oleh PKS, namun Ia tetap berada di DPR.

Ia juga bercerita saat Ia masih bergabung di Partai Golkar dan Demokrat. Disebutnya, saat itu Golkar dan PD mendapatkan kursi terbanyak di DPR.

"Bayangkan partai saya 2009-2014 periode pertama saya DPR sebelum saya terpilih lagi, kami belum pernah, mungkin rekor ini akan dikalahkan PDIP karena parlementary treshold. Kami dulu 148 (kursi) loh," kata Ruhut.

"Saya dulu bangga, saya tokoh di Golkar. waktu di Golkar rekor kami dapat DPR 126, saya pindah ke Demokrat 148, wah keren juga Si Poltak, untuk itu saya bisa sombong ke kawan-kawan Demokrat," sambungnya.

Mengenai kasus korupsi yang Ia soroti, Ia menyebut PD harus berhati-hati dengan kasus korupsi yang sering terjadi di DPR RI. Beberapa partai disebutnya juga terjerat kasus korupsi.

"Yang saya mau katakan korupsi jangan main-main. Kalau main-main ya itu Demokrat. dari 148 langsung hilang dari setengah," kata Ruhut.

Ruhut mengungkapkan rekan-rekannya yang terjerat kasus korupsi selama menjabat di DPR. Salah satunya Sutan Bhatoegana, Setya Novanto dan Anas Urbaningrum.

Ia menyebut di DPR banyak godaan-godaan untuk korupsi apalagi jika bersinggungan dengan Bank Anggaran DPR (Banggar). Ia mengatakan anggota DPR yang vokal tapi tidak bersih akan berbahaya karena dengan mudahnya rekam jejak anggota DPR itu dibuka.

"Lihat siapa yang kena sekarang. Teman-teman saya banyak, saya kasih contoh Anas Urbanigrum. Tugas di DPR gimana nggak goyang, legislasi, budgeting. 33 nya bisa kita rauk kalau kita berkualitas apalagi kalau partainya dapat DPR dikit. Jadi dia ikut legislasi dan di budgedting nah ini yang banyak kena (kasus korupsi," kata Ruhut.

"Saya bersyukur saya di legislasi karena saya hukum, pembentuk UU di komisi 3. Jadi kawan saya yang ikut di komisi lain yang diincer itu Banggar. Saya rasa bisa aja goyang manapun, gimana nggak goyang imannya kawan-kawan," tuturnya. (**H)


Sumber: detikNews




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar