Pengguna Ponsel Lebih Mudah Ditipu

  • Rabu, 07 November 2018 - 05:52:09 WIB | Di Baca : 359 Kali

SeRiau - Pengguna ponsel jadi sasaran empuk para penipu dunia siber. Menurut riset Telkomsel, pengguna ponsel tiga kali lebih rentan menjadi korban phising daripada pengguna komputer.

"Berdasarkan survei pengguna mobile tiga kali lipat kesempatan menjadi korbanphishing attack daripada pengguna dekstop. Itu bisa SMS atau telepon palsu yang mengaku dari Telkomsel," jelas VP ICT Security Management Telkomsel Yohannes Glen saat ditemui di kantor Telkomsel, Jakarta Selatan, Selasa (6/11).

Serangan phising adalah penipuan lewat perangkat elektronik yang dilakukan dengan menyamar sebagai entitas yang dipercaya, entah sebagai perusahaan telekomunikasi, bank, atau lainnya. Hal ini berkaitan seringnya masyarakat berinteraksi dengan ponsel mereka dalam satu hari.

Loading...

"(Sebanyak)91 persen orang dalam sehari membawa ponsel saat daily time, mulai dari bangun sampai tidur. Ponsel ini menjadi kebutuhan primer," ujar Glen 

Masih berdasarkan riset itu, masyarakat juga malas mengamankan ponselnya menggunakan anti malware. Padahal menurut Glen, 15 persen masyarakat menyimpan data penting di ponsel. Kedua, berdasarkan riset dua dari tiga pengguna ponsel tidak pernah mengunduh aplikasi anti-virus atau anti-malware.

"Dari tiga orang yang pakai ponsel tidak pernah install (memasang) mobile security application untuk melindungi dari serangan. Karena kesadaran kita lemah untuk lindungi ponsel . Padahal banyak yang aplikasi keamanan banyak yang gratis," kata Glen.

Kondisi ponsel makin rentan ketika terhubung dengan Wifi. Glen juga menekankan perlunya berhati-hati dalam menggunakan Wifi. Glen mengatakan banyak orang mengetahui bahwa Wifi meningkatkan risiko keamanan data, tapi masih banyak yang menggunakan jaringan Wifi.

Hal ini diperparah dengan ketiadaan aplikasi keamanan untuk mengamankan ponsel dari serangan peretas.

"Dari 73 persen yang sadar 66 persen di antaranya masih menyambung ke Wifi. Karena gratis dan tidak perlu beli data. Artinya eksposur semakin besar. Banyak data penting tapi tidak melindungi ponsel," tutur Glen. (**H)


Sumber: CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar