Trump Akan Tarik AS Keluar dari Perjanjian Senjata Nuklir, Rusia Ancam Pembalasan

  • Senin, 22 Oktober 2018 - 18:23:45 WIB | Di Baca : 265 Kali

SeRiau - Rencana Presiden Donald Trump untuk menarikan Amerika Serikat (AS) keluar dari perjanjian anti senjata nuklir antara AS dan Rusia. Tindakan tersebut menimbulkan reaksi dari Moskow yang memperingatkan akan kemungkinan pembalasan dari Kremlin.

Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) yang dinegosiasikan antara Presiden Ronald Reagan dan Pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev pada 1987 mengharuskan kedua negara menyingkirkan rudal nuklir dan konvensional jarak dekat dan menengah mereka. Trump menganggap Rusia telah melanggar perjanjian ini dengan pengembangan rudalnya.

Otoritas AS percaya Moskow sedang mengembangkan dan telah mengerahkan sebuah sistem peluncur di darat yang memungkinkannya meluncurkan serangan nuklir di Eropa dalam waktu singkat dan merupakan pelanggaran perjanjian INF yang. Rusia secara konsisten membantah tuduhan tersebut.

Loading...

"Rusia tidak, sayangnya, menghormati perjanjian itu sehingga kami akan mengakhiri perjanjian dan kami akan menariknya," kata Trump usai kampanye di Nevada pada Sabtu.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan pada Minggu bahwa penarikan sepihak oleh AS akan "sangat berbahaya" dan mengarah pada pembalasan "militer-teknis".

"Tapi kami lebih suka hal-hal tidak sampai sejauh itu," kata Ryabkov yang dikutip TASS dan dilansir Reuters, Senin (22/10/2018).

Sementara juru bicara Kremlin mengatakan, Presiden Vladimir Putin akan mencari jawaban dari penarikan AS tersebut saat dia bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, John Bolton di Moskow pekan ini.

Salah satu penandatangan kesepakatan INF, Mikhail Gorbachev yang kini sudah berusia lanjut mengatakan, penarikan AS keluar dari INF akan menjadi sebuah kesalahan besar. Langkah itu, menurut pria berusia 87 tahun itu, akan secara efektif merusak semua upaya yang dia dan konterpartnya dari AS lakukan untuk mengakhiri perlombaan senjata pada Perang Dingin. (**H)


Sumber: Okezone




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar