Tanggul Lapindo yang Retak Tak Kunjung Diperbaiki Akibatkan Longsor

  • Ahad, 07 Oktober 2018 - 00:44:10 WIB | Di Baca : 370 Kali

SeRiau - Kondisi tanggul titik 67 di Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, pada Sabtu (6/10) terlihat masih mengkhawatirkan. Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) masih belum meninggikan tanggul karena menunggu elevasi air dan lumpur di titik tersebut menurun.

Kondisi tanggul masih retak. Tanggul yang ambles sekitar 100 meter tersebut masih berupa gundukan tanah yang ambrol. Tanggul di sekitarnya juga masih retak dan rawan longsor.

Kendati sudah dipasang garis polisi, tanggul yang masih rawan longsor itu masih saja didatangi oleh warga. Mereka penasaran ingin melihat kondisi tanggul.

Loading...

Jalan-jalan di antara tanggul juga mengalami keretakan. Beberapa warga Dusun Pologunting yang berada sekitar 50 meter dari kawasan tanggul yang ambles terlihat berjaga. Mereka duduk-duduk di depan rumah sambil melihat kondisi tanggul yang belum diperbaiki itu.

Humas PPLS Hengki Listria Adi mengatakan, peninggian tanggul memang belum dilakukan. Pengerjaan tersebut dilakukan menunggu elevasi air dan lumpur menurun. Karena itu, PPLS melakukan sejumlah langkah agar tekanan air dan lumpur tidak hanya menuju ke arah utara. “Kami sudah lakukan skema untuk penanganan,” ujarnya.

Skema tersebut dilakukan dengan menyedot air dan lumpur ke titik 83 Glagah Arum. Selanjutnya dinaikkan ke titik 42 Renokenongo. Pengalihan alur juga dilakukan menuju ke titik sebelah selatan di kawasan Mindi. “Kami buat alur agar air ke selatan,” terangnya.

Dia menegaskan, telah berkoordinasi dengan kecamatan dan desa terkait kondisi tanggul. PPLS menjamin jika kondisi tanggul dalam pengawasan ketat. Warga juga dihimbau tidak cemas dengan kondisi tanggul. (**H)


Sumber: kumparanNEWS




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar