Asia Sentinel Minta Maaf ke SBY dan Tarik Berita soal Kasus Century

  • Kamis, 20 September 2018 - 00:48:14 WIB | Di Baca : 81 Kali

SeRiau - Asia Sentinel akhirnya meminta maaf ke Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan menarik seluruh berita soal kasus Bank Century yang menyudutkan SBY.

Pernyataan ini ditulis pihak Asia Sentinel dalam laman www.asiasentinel.com, yang dipublikasikan pada Rabu (19/8). Asia Sentinel mengakui telah membuat berita yang menuduh SBY menggunakan Bank Century sebagai alat pencucian uang.

"Asia Sentinel ingin menarik kembali sebuah cerita yang berjalan pada 10 September 2018 di situs web tentang mantan pemerintah Yudhoyono dan kasus Bank Century di Indonesia," tulis Asia Sentinel, dikutip kumparan, Kamis (20/9).

Loading...

Asian Sentinel mengaku berita yang mereka tulis telah melanggar aturan jurnalistik, karena tak membuat konten berita yang berimbang.

"Dalam cerita, yang ditulis sendiri oleh pemimpin redaksi Asia Sentinel, John Berthelsen, kami secara tidak adil mewariskan banyak tuduhan terkait dengan gugatan yang sedang berlangsung mengenai dampak dari Bank Century," jelasnya.

Berikut pernyataan resmi dan permohonan maaf pihak Asia Sentinel terhadap SBY dan pihak-pihak yang merasa dirugikan:

Asia Sentinel ingin menarik kembali sebuah cerita yang berjalan pada 10 September 2018 di situs web tentang mantan pemerintah Yudhoyono dan kasus Bank Century di Indonesia. Dalam cerita, yang ditulis sendiri oleh pemimpin redaksi Asia Sentinel, John Berthelsen, kami secara tidak adil meninggalkan banyak tuduhan terkait dengan gugatan yang sedang berlangsung mengenai dampak dari Bank Century. 

Kami mengakui bahwa kami tidak mencari komentar yang adil dari orang-orang yang disebutkan dalam artikel itu dan bahwa artikel itu hanya satu sisi dan melanggar praktik jurnalistik yang adil. Ini juga membawa berita utama yang meradang dan tidak adil bagi mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Kami telah mengambil kisah dari situs web Asia Sentinel tetapi kami lebih lanjut ingin meminta maaf sepenuhnya dan tegas kepada mantan Presiden Yudhoyono, Partai Demokrat, dan siapa saja yang dihina oleh artikel tersebut dan lebih dari itu kepada rakyat Indonesia untuk penghinaan yang mungkin kami timbulkan dengan cerita itu.

Kami sangat menyesalkan rasa sakit yang telah diakibatkan oleh penghakiman dan keadilan ini.

Akhirnya Asia Sentinel ingin menyatakan rasa hormatnya yang tinggi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang telah melayani negaranya dengan perbedaan dan secara luas dihormati sebagai negarawan Asia. (**H)


Sumber: kumparanNEWS




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar