Penyandang Disleksia pada Anak, dr Fauzia: Orangtua dan Guru Harus Tahu

  • Senin, 27 Agustus 2018 - 18:22:36 WIB | Di Baca : 478 Kali

 

SeRiau - Fakultas Kedokteran Universitas Riau ( FK UR) melaksanakan Seminar Awam Disleksia bagi orangtua dan guru sekolah. Seminar yang mengangkat tema" Perjalanan Panjang Menuju Sukses" ini menghadirkan 4 pembicara yakni dr. Denny E. Sigarlaki.MSc.spA, Utami T.E Singgih.MPsi, dr. Rexsy Taruna AMdTW dan dr. Dani Rosdiana

Ketua panitia Dr Fauzia Andrini M.kes mengatakan tujuan dilaksanakan seminar Disleksia pada anak ini untuk memberikan pemahaman dan wawasan terhadap orangtua agar lebih mengenal anak penyandang Disleksia. Selain kepada orangtua, guru disekolah juga harus memahami betul apa yang menjadi ciri ciri anak  penyandang Disleksia.

Loading...

" Inilah dasar kita dari Fakultas Kedokteran UR merasa penting melaksanakan Seminar Disleksia agar orangtua dan guru lebih mengenal Disleksia sejak dini," kata Fauzia, disela sela kegiatan, kemarin di Pustaka Soeman HS

Menurut Fauzia, Disleksia ini merupakan ganguan ketelambatan dan kesulitan dalam membaca dan menulis termasuk kesulitan menerima sesuatu instruksi yang diberikan kepadanya. Penyandang Disleksi juga kurang berkonsentrasi dalam membaca dan menulis. Ciri dan tanda anak penyandang Disleksia ini sangat mudah dikenali oleh orangtua.

" Walaupun bukan suatu penyakit, namun penyandang Disleksia ini harus cepat diatasi penaganan secara baik. Mereka ini sama seperti anak normal, hanya saja agak lambat dalam membaca dan menulis serta konsentrasi," kata Fauzia

Sementara itu pembicara dr Denny mengatakan bahwa penyandang Disleksia ini harus dikenali sejak anak usia dini. Biasa penyandang Disleksia ini sering dikenali saat anak berusia 2 sampai 5 tahun. Pertumbuhan anak penyandang Disleksia 1: 10 artinya, anak yang lahir 10 orang, 1 orang memungkinkan Disleksia.

" Jadi sudah seharusnya orangtua tahu sejak dini apakah anak kita penyandang Disleksia. Ini perlu kita sosialisasikan baik melalui seminar dan kegiatan lainnya apa itu Disleksia ," kata dr Denny. (zal)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar