Korban Gempa Lombok Butuh Pembalut, Celana Dalam, dan Pampers

  • Rabu, 15 Agustus 2018 - 20:21:04 WIB | Di Baca : 1595 Kali

SeRiau - Ratusan ribu warga Lombok, NTB tinggal di pengungsian. Di antara pengungsi itu ada perempuan dan anak-anak yang sangat butuh pertolongan.

Menurut Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, selain membutuhkan tenda yang layak, masyarakat butuh bantuan lainnya.

"Mereka perlu pembalut, celana dalam, pampers anak dan bayi," kata Sutopo dalam keterangannya, Rabu (15/8).

Sutopo berharap masyarakat yang memberikan bantuan bisa memfokuskan bantuan pada barang itu. 

"Yang jadi masalah kemudian adalah distrubusi bantuan. Bantuan di gudang sudah banyak tetapi distribusi masih kendala. Setiap hari harus disalurkan," beber dia.

Hingga hari ini tercatat 460 orang meninggal dunia akibat gempa, yaitu di Kabupaten Lombok Utara 396 orang, Lombok Barat 39 orang, Lombok Timur 12 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Tengah 2 orang dan Kota Denpasar 2 orang.

Sutopo menjelaskan, jumlah korban jiwa ini masih bisa bertambah mengingat Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban tertimbun longsor di Dusun Dompu Kecamatan Kayangan, Lombok Utara yang diduga ada 4 orang tertimbun longsor.

Sementara itu jumlah korban luka-luka tercatat 7.773 orang, di mana 959 orang luka berat dan rawat inap dan 6.774 orang luka ringan atau rawat jalan. Sebanyak 417.529 orang mengungsi di ribuan titik pengungsian. Dari 417.529 orang mengungsi tersebut terdiri dari 187.889 laki-laki dan 229.640 perempuan.

Sebaran pengungsi terdapat di Kabupaten Lombok Utara 178.122 orang (80.155 laki-laki, 97.967 perempuan), Lombok Barat  104.060 orang (46.827 laki-laki, 57.233 perempuan), Lombok Barat 116.453 orang (52.404 laki-laki,6 4.049 perempuan), dan Kota Mataram 18.894 orang (8.503 laki-laki, 10.391 perempuan). Pengungsi masih memerlukan bantuan mengingat belum semua distribusi bantuan lancar dan merata. 

"Selain itu, diperkirakan mereka masih cukup lama akan berada di pengungsian sambil menunggu perbaikan rumah," imbuh Sutopo. 

Sementara itu pendataan sementara kerusakan rumah hingga saat ini terdapat 71.962 unit rumah rusak dimana 32.016 rusak berat, 3.173 rusak sedang, dan 36.773 rusak ringan. Kerusakan fisik lainnya  terdapat 671 unit fasilitas pendidikan rusak dimana 124 PAUD, 341 SD, 95 SMP, 55 SMA, 50 SMK, dan 6 SLB. Juga terdapat kerusakan 52 unit fasilitas kesehatan (1 RS, 11 puskesmas, 35 pustu, 4 polindes, 1 gedung farmasi), 128 unit fasilitas peribadatan  (115 masjid, 10 pura, 3 pelinggih), 20 unit perkantoran, 6 unit jembatan, dan jalan-jalan rusak dan ambles akibat gempa. (**H)


Sumber: kumparanNEWS





Berita Terkait

Tulis Komentar