Komnas HAM Ungkap Catatan Buruk Pembangunan Bandara NYIA

  • Rabu, 15 Agustus 2018 - 00:08:32 WIB | Di Baca : 56 Kali

SeRiau - Pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) mendapat sorotan dari Komnas HAM. Komisioner Komnas HAM, M Choirul Anam menyebut pihaknya memberikan perhatian khusus pada proses pembangunan NYIA di Kulonprogo.

Anam menyebut dari pantauan pembangunan Bandara NYIA pihaknya menemukan sejumlah catatan buruk. Catatan buruk ini, kata Anam diantaranya adalah mekanisme kerja selama proses pembangunan Bandara NYIA.

Dia mengungkapkan, pihaknya telah mendatangi langsung lokasi pembangunan Bandara NYIA. Bahkan, lanjut Anam, Komnas HAM juga telah bertemu langsung dengan para warga yang menjadi korban penggusuran pembangunan Bandara NYIA.

Loading...

"Catatan pembangunan paling buruk soal mekanisme kerjanya yang menjadi evaluasi kita semua. Itu pembangunannya belum ada kok pohon di depan rumah sudah ditebangi, tanah di depan rumah sudah dilubangi. Begitu-begitu memang persoalan. Oleh karenanya itu catatan buruk bagi proses (pembangunan Bandara NYIA) di Kulonprogo," katanya pada wartawan usai bertemu dengan Bupati Bantul, Suharsono, Selasa (14/8).

Anam menuturkan, saat ini masih ada 19 warga yang bertahan di lokasi Bandara NYIA. Dia berharap agar para warga yang masih bertahan itu mendapatkan perlakuan yang manusiawi dan layak.

"Kemarin kita sudah ngobrol dengan pihak Gubernur. Sedang dicari jalan agar sampai titik terakhir ini (lokasi 19 orang warga yang masih bertahan) tidak boleh digeser," terangnya.

Dia menambahkan jika memang ingin melakukan pembangunan runway sebaiknya dibangun di titik nolnya terlebih dahulu. Sehingga ke 19 warga yang masih bertahan itu tidak digeser ke tempat lain.

"Pengalaman tebang pohon, bikin lubang, matiin lampu, matiin air, mager (memasang pagar mengelilingi lokasi pembangunan) itu sudah semangatnya bukan semangat kemanusiaan. Jadi itu tidak boleh lagi terjadi untuk yang 19 orang (warga yang masih bertahan di lokasi bandara)," tutup Anam. (**H)


Sumber: Merdeka.com




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar