Rupiah Jeblok Rp14.600 per USD, Diperparah Gejolak Turki

  • Selasa, 14 Agustus 2018 - 06:56:05 WIB | Di Baca : 51 Kali


SeRiau - Nilai tukar Rupiah mendadak anjlok cukup dalam pada perdagangan awal pekan ini. Dalam data Bloomberg, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terjungkal 0,91% atau 132 poin ke posisi Rp14.610 per USD.

Terkait hal itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, hal ini disebabkan oleh tekanan global yang berasal dari kekhawatiran krisis Turki dengan anjloknya lira 40% (secara year to date/ytd). Krisis Turki diprediksi akan menyebabkan spillover effect ke Eropa dan negara berkembang lainnya.

"Kondisi ini diperparah oleh sanksi dari AS berupa kenaikan bea masuk alumnium asal Turki. Dampaknya Aset emerging market agak dihindari. Investor global memborong dolar dan Treasury bond. US dolar index naik menjadi 96,4." ujar Bhima saat dihubungi Okezone, Selasa (14/8/2018).

Loading...

Bhima juga menjelaskan dari dalam negeri sentimen investor lebih dipengaruhi rilis data defisit transaksi berjalan yang menembus 3% terhadap PDB di kuartal II-2018. Defisit transaksi berjalan berpotensi melebar di kuartal III dan kuartal IV akibat naiknya biaya kebutuhan impor, pembayaran utang jatuh tempo dan realisasi proyek infrastruktur yang menyedot bahan baku impor.

Dia pun menambahkan, respon BI dalam menghadapi rupiah juga masih andalkan cadangan devisa. Jadi hasil RDG BI akan pertahanakan 7-Days Repo di level 5,25%. Tidak ada surprise dari BI sehingga ekspektasi pasar cenderung menahan diri.

Sementara hasil pendaftaran capres dan cawapres ditanggapi beragam. Pasar khususnya investor asing kaget Jokowi memilih Maaruf Amin yang dinilai belum kompeten menyelesaikan masalah ekonomi yang mendesak. Sementara visi misi Prabowo-Sandi dinilai masih abstrak. Ini membuat IHSG lebih ditopang investor domestik, sementara investor asing dalam 1 minggu terakhir membukukan penjualan bersih Rp733 miliar.

 

 

 

 


Sumber Okezone




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar