Emosi Labil Musuh Terberat Timnas Indonesia U-16

  • Selasa, 07 Agustus 2018 - 15:07:27 WIB | Di Baca : 228 Kali

 

SeRiau - Timnas Indonesia tampil trengginas di fase grup Piala AFF U-16. Tim arahan Fakhri Husaini mampu menyapu bersih kemenangan dalam empat laga Grup A.

Nyaris sempurna, satu-satunya kelemahan para pemain adalah mental mereka. Ya, emosi labil tampaknya yang menjadi musuh terberat.

Loading...

Dengan torehan 21 gol dan hanya kebobolan tiga gol, Garuda Asia lolos ke semifinal pada Kamis (9/8), dengan predikat juara Grup A.

David Maulana dan kawan-kawan pun mampu menampilkan permainan apik di lapangan dalam mengalahkan tim-tim lawan.

Lawan kuat macam Vietnam mampu mereka hancurkan dengan skor 4-2. Myanmar yang juga disebut-sebut sebagai salah satu favorit di Piala AFF U-16 juga berhasil ditekuk Garuda Asia dengan skor 2-1.

Tangan dingin Fakhri dalam meracik taktik seolah berjodoh dengan talenta-talenta ciamik para pemain muda. Timnas Indonesia U-16 mampu menampilkan permainan atraktif yang kerap mengundang decak kagum.

Solid di lini belakang, sektor depan Garuda Asia juga kerap melahirkan ancaman besar di pertahanan lawan dengan permainan umpan-umpan cepat. 

Yang lebih membanggakan lagi, para pemain belia ini tampil ngotot seolah ogah membiarkan para pemain lawan mengembangkan permainan. Setiap pemain begitu agresif merebut bola yang dikuasai pemain lawan di daerah sendiri maupun di pertahanan lawan.

Semua pemain berjibaku bahu-membahu menciptakan kerja sama yang sangat harmonis dalam menciptakan permainan kolektif.

Di lini depan, nama-nama penyerang macam Bagus Kahfi, Yadi Mulyadi, Hamsa Lestaluhu, Fajar Fathur, dan Amanar Abdillah, mampu menunjukkan ketajaman membongkar pertahanan lawan. Terutama Bagus Kahfi yang tampil sangat impresif dengan torehan 11 gol. Artinya, ia memiliki rata-rata 2,2 gol per pertandingan.

Ketajaman lini depan itu tak lantas menutupi kehebatan para pemain lainnya di lini tengah dan belakang. Timnas Indonesia U-16 bisa dibilang mampu menampilkan performa apik di semua sektor.

Kendati tampil trengginas, tak lantas Garuda Asia tidak memiliki kelemahan. Satu titik lemah terbesar mereka adalah emosi labil di lapangan.

Bagas Kaffa cs, masih mudah tersulut provokasi para pemain lawan sehingga kesulitan mengendalikan amarah. Situasi ini pun tak jarang merugikan para pemain Garuda Asia di lapangan.

Tercatat ada sejumlah situasi yang merugikan skuat muda Merah Putih akibat kesalahan mereka sendiri. Salah satunya adalah ketika mengalahkan Myanmar 2-1.

Satu-satunya gol Myanmar tercipta dari eksekusi penalti karena pelanggaran kiper Indonesia, Ernando Ari Sutaryadi. Ernando yang sudah berhasil menangkap bola, malah dengan sengaja menjegal bek Thaw Zin Htet yang mendekatinya di dalam kotak Garuda Asia pada menit ke-70.

Wasit lantas menunjuk titik putih dan Zaw Win Thein berhasil mengeksekusi penalti pada menit ke-21. Usai Myanmar memangkas ketinggalan, para pemain Merah Putih pun beberapa kali terlihat panik ketika lawannya itu mencoba menekan pertahanan mereka.

Insiden berikutnya kala Indonesia U-16 mengalahkan Vietnam dengan skor 4-2. Mereka bermain dengan 10 pemain usai Bagus Kaffa mendapat kartu merah pada menit ke-67.

Beruntung saat itu Vietnam juga bermain dengan 10 pemain lantaran Vo Nguyen Hoang juga diusir wasit. Dua pemain itu terlibat keributan sehingga mendapat kartu merah.

Dalam tayangan ulang, saudara kembar Bagus Kahfi itu tampak memukul pemain Vietnam bernomor punggung 10 tersebut.

Emosi yang belum stabil memang masalah lumrah bagi para pemain yang muda. Namun, Fakhri bakal berpikir lebih keras untuk lebih menstabilkan emosi para pemainnya itu untuk tampil di semifinal Piala AFF U-16. 

Pasalnya, fase gugur itu tentu akan jadi ujian mental yang lebih berat bagi para penggawa Garuda Asia. Belum lagi, tes bakal semakin berat apabila mereka menghadapi lawan-lawan seperti Malaysia dan Thailand yang bisa memancing emosi para pemain. 

 

 

 

Sumber CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar