Tito Pecat Polisi yang Tendang Ibu di Minimarket Babel

  • Jumat, 13 Juli 2018 - 11:30:24 WIB | Di Baca : 194 Kali

 


SeRiau - Seorang polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar dengan inisial Y dimutasi setelah melakukan aksi penendangan serta pemukulan terhadap dua orang ibu dan seorang anak. Y dipecat dari jabatannya, Kepala Subdirektorat Kilas Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Bangka Belitung.

Aksi AKBP Y tersebut terekam dalam sebuah video yang kini viral di media sosial. Dalam rekaman itu Y terlihat beberapa kali menendang seorang ibu paruh baya yang duduk bersimpuh.

Loading...

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan pencopotan AKBP Y dilakukan setelah aksi tersebut diketahui oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. 

Menurutnya, Tito marah karena aksi AKBP Y tidak sejalan dengan upaya menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan eksesif yang dilakukan anggota Polri

"Kapolri marah dan mencopot AKBP Y hari ini juga. AKBP Y tidak mencerminkan polisi yang Promoter (Profesional, Modern, dan Terpercaya)," kata Iqbal saat dikonfirmasi, Jumat (13/7).

Ia pun menegaskan aksi AKBP Y tidak mencerminkan sosok pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat. 

AKBP Y pun kini telah dimutasi dari jabatannya ke perwira menengah di Pelayanan Markas (Yanma) Polda Babel berdasarkan Surat Telegram Kapolda Babel Nomor ST/1786/VII/2018 tertanggal 13 Juli 2018. Jabatannya akan diisi oleh AKBP Steyvanus Saparsono.

Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bangka Belitung Ajun Komisaris Besar Abdul Mun'im mengatakan Aksi penganiayaan yang diduga dilakukan AKBP Y terhadap dua orang ibu dan seorang anak tersebut diduga karena dilatarbelakangi oleh aksi pencurian.

Menurutnya, AKBP Y menduga dua ibu dan seorang anak tersebut telah melakukan pencurian bersama empat orang lainnya di dalam tokonya. 

Kekesalan AKBP Y diduga kian bertambah lantaran dua orang ibu dan seorang anak tersebut tidak mau mengakui perbuatannya.

"AKBP Y terpancing emosi, karena mereka ramai-ramai maling. Saat yang tertangkap ditanya, bilangnya tidak tahu semua," tuturnya.

 

 

 

 

Sumber CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar