Janji Tinggal Janji,  RW Tuah Karya Kecewa Kepada Oknum Anggota DPRD Pekanbaru

  • Kamis, 12 Juli 2018 - 19:27:41 WIB | Di Baca : 327 Kali

 

 
SeRiau-  Kinerja salah seorang anggota DPRD Kota Pekanbaru dikeluhkan masyarakat di daerah pemilihannya. Ketua RW menyampaikan bahwa oknum Anggota DPRD ini dinilai hanya jago janji.

Hal ini disampaikan Ketua RW 15 Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan Zainal Abidin. Bahwa oknum Anggota DPRD Kota Pekanbaru tersebut hanya pandai berjanji bagaikan tukang jual obat yang berceloteh di tengah pasar, realisasinya tidak ada dan masyarakat merasa dibohongi saja.

Loading...

"Berbuat ada tapi kurang, disini mertuanya, yang menyemen jalannya Golkar, kami gunduk-gunduk juga, posyandu janji-janji dibantu, rupanya cuma bantu batu bata 1000 atau 2000 nyo, posyandu roboh bantulah semennya juga," kata Zainal menyampaikan keluhannya, saat dihubungi melalui selulernya, Kamis (12/7/2018).

Mirisnya lagi, jalan di dekat rumah mertua Anggota DPRD Pekanbaru tersebut malah yang menyemenisasinya adalah Anggota DPRD Pekanbaru lainnya yakni Ida Yulita Susanti. Bahkan, posyandu yang terbengkalai akibat janji oknum tersebut, juga akan dibantu perjuangkan Ida Yulita Susanti.

"Proposal (posyandu) ternyata tak masuk banggar. Kan membohongi. Itu faktanya. Buk Ida kemudian mau bantu, minta masukkan proposal kepadanya," terangnya.


Zainal juga menerangkan bahwa dia bersama warga lainnya malahan lebih mengakui kinerja Ida Yulita Susanti yang jor-joran melakukan pembangunan, semenisasi jalan, drainase, hingga fasilitas-fasilitas umum untuk masyarakat. Sementara oknum Anggota DPRD yang selama ini mereka banggakan, malah tidak ada berbuat.

"Kami mau berubah bentuk jalan kami. Sekarang macam Buk Ida tuh udah oke, jor-joran. Kampung kami berubah dibuatnya. Ini (oknum Anggota Dewan,red) khatam Quran katanya mau bantu, ndak ada doh, masyarakat merasa dibohongi saja," tegasnya.

Karena sudah muak dengan janji-janji oknum tersebut, Zainal mengaku tak peduli lagi dengan janji-janjinya, karena yang terbukti di lapangan memperjuangkan pembangunan adalah Anggota DPRD lainnya yang juga daerah pemilihan Tampan yakni Ida Yulita Susanti.

"Kalau jual obat ndak usah masuk kampung saya lagi. Untuk Tuah Karya saya bisa pertanggungjawabkan, omongan dia itu tidak dipertanggungjawabkan, bagaimana warga bisa memilih itu no coment, di sini rumah mertuanya, kalau jalan itu yang semen Buk Ida, saya sampaikan ke warga, buk Ida bangun kampung kita, pilih dia, begitu saja, jangan sebut saya dapat uang dari buk Ida, tidak, karena kampung saya sudah dibangunnya, saya kontan-kontan saja sebut," bebernya.

Bahkan diterangkan Zainal, dari pengamatannya yang sudah beberapa periode menjadi Ketua RW di daerah itu, dari sekian banyak Anggota DPRD Kota Pekanbaru daerah pemilihan Kecamatan Tampan, hanya Ida Yulita Susanti yang benar-benar memperjuangkan aspirasi masyarakat secara total. Bukan berarti yang lain tidak berjuang, namun menurut Zainal, yang lain itu hanya beberapa persen saja.

"Duit rakyat kembali ke rakyat hanya sama Bu Ida kok, kalau anggota yang lain ndak ada do pak, 20 persen kebawahlah, kalau buk Ida itu sudah berapa periode ini saya jadi ketua RW, kurban, posyandu dan sebagainya, dibangunnya kampung," terangnya.

Masyarakat, lanjut Zainal, khususnya di daerah tempat dia tinggal, kini sudah bisa membedakan mana celotehan tukang jual obat dan mana janji dewan yang benar-benar bisa dipercaya, maka dipastikan, tukang celoteh nantinya tidak akan dipilih.

"Walaupun dia berceloteh sudah membangun ini itu, namun masyarakat tahu, pembangunan itu buk Ida yang memperjuangkan sampai malam buk Ida turun," ungkapnya.

Namun Zainal mengkhawatirkan, di saat ekonomi sulit ini, suara masyarakat dikotori dengan serangan fajar atau politik uang. Maka kepada media dan pemerintah juga Panwaslu, agar memperhatikan hal ini.

"Serangan fajar yang bikin rusak, buk Ida berjuang, nanti subuh datang kasih uang 50 ribu berubah. Banyak kasus itu, serangan fajar, bantu awasi, polisi, panwas, kami ada forum RT RW, ada hal demikian di tempat kami. Perjuangan buk Ida jangan sampai dikotori duit 50 ribu, kita menyelamatkan bangsa, korban rakyat itu nanti," pungkasnya.( Can)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar