Waduk Lompatan Harimau

Legislator Dapil Rohul Berharap Batal Tidak Pending

  • Kamis, 12 Juli 2018 - 16:16:43 WIB | Di Baca : 23 Kali

 

SeRiau - Legislator Riau dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Yulianti mengakui kalau rencana pembangunan waduk lompatan harimau di Rohul baru bersifat pending.  Dirinya berjuang bagaimana proyek nasional itu tidak saja dipending tapi dibatalkan.

“Sekarang sifatnya baru sebatas pending yang sewaktu-waktu bisa saja ada kebijakan dibangun kembali.  Untuk itu saya terus berjuang untuk dibatalkan karena sangat ditentang oleh masyarakat tempatan.  Terutama masyarakat di empat desa yang jadi korban di tenggelamkan,” sebut Politisi Demokrat ini, Kamis (12/07) saat dikonfirmasi.

Loading...

Lebih jauh disampaikannya, mengenai status pending itu memang sudah melegakan juga karena tidak akan dibangun sepanjang masih ada penolakan dari masyarakat.  “Tapi inikan masih bisa saja sewaktu-waktu dibangun, kita inginnya dibatalkan,” sebutnya lagi.

Dikatakan juga oleh Anggota Dewan yang duduk di Komisi IV ini, perjuangan bersama dalam membatalkan proyek ini sangat diharapkan.  Terutama dari mahasiswa, tokoh masyarakat setempat dan seluruh kekuatan komponen yang ada.

“Pengakuan dari Kementerian PUPR RI, proyek ini ada upaya dicarikan lahan lain dimana ketersediaan atau kekuatan air sama dengan yang ada di Rohul ini, baru proyek ini dipindahkan ke lahan baru tersebut dan di Rohul jadi batal,” sebutnya juga.

Sebagaimana yang diberitakan media ini sebelumnya, rencana pembangunan waduk lompatan harimau ini merupakan upaya penambahan pembangkit listrik di daerah.  Hanya saja pembangunannya berdampak menenggelamkan empat desa yang ada di Rohul.

Empat desa tersebut adalah Desa Cipang Kiri Hilir, Desa Cipang Kiri Hulu, Desa Tibawan dan Desa Cipang Kanan di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rohul, Provinsi Riau.  Ini menenggelamkan sekitar 4.000-6.000 hektare lahan warga beserta kawasan pemukiman warga di empat desa tersebut. **5




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar