Tentukan Cawapres, Prabowo Ingin Berkonsultasi ke Ulama hingga Pastor

  • Sabtu, 07 Juli 2018 - 20:31:35 WIB | Di Baca : 174 Kali

SeRiau - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto belum bisa memastikan sosok cawapres pendampingnya dalam Pilpres 2019. Sebelum menentukan sosok cawapres, akan berkonsultasi dengan tokoh agama, mulai dari ulama hingga pastor. Tujuannya untuk meminta petunjuk dalam menentukan cawapres terbaiknya.

"Dari dulu saya dekat dengan ulama, jadi saya namanya tentara prajurit kalau mau melaksanakan tugas kita ini, jadi dipastikan kita mencari ulama, kiai, kalau Kristen cari pendeta, pastor. Kalau Islam ya cari kiai kan minta didoain," kata Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Sabtu (7/7).

Prabowo mengaku tidak akan mengambil keputusan sebelum mendapatkan petunjuk dari para tokoh agama. Melalui pendekatan ini, Prabowo ingin para tokoh agama memberikan masukan sosok cawapres yang terbaik bagi dirinya.

Loading...

"Ingin selalu dekat dengan tokoh masyarakat, ulama, di daerah yang mayoritas Islam, di daerah yang mayoritas Kristen dengan pendeta dan pastor, Hindu dengan tokoh-tokoh, jadi kita ingin selalu, supaya kita tidak bertindak tanpa pengertian dari tokoh-tokoh rakyat," kata dia.

Apalagi, kata Prabowo, rakyat Indonesia merupakan masyarakat yang religius, Ia menghormati kebhinekaan Indonesia dengan keragaman agama yang ada. Untuk itu, Prabowo mengatakan, kandidat cawapresnya akan terus berkembang seiring dengan masukan dari para tokoh masyarakat.

"Inilah bangsa Indonesia, bhineka tunggal ika. Kita ingin persaudaraan yang baik, pemikiran yang jernih itu saya kira. Jadi kalau tiga nama (kandidat cawapres) mungkin bisa saja, namanya politik muncul ketiga keempat kelima keenam," tutupnya.

Sejauh ini, Partai Gerindra terus menggodok kandidat cawapres untuk berpasangan dengan Prabowo. Ketua Tim Pemenangan Pemilu Gerindra Sandiaga Uno sempat mengungkapkan, sudah ada 3 nama cawapres terkuat Prabowo, yaitu Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Chairul Tanjung (CT).

Ketiganya dianggap memiliki kelebihan, keunggulan, dan rekam jejak atau track record yang baik. Meski demikian, Sandi memastikan Gerindra belum bisa langsung memutuskan siapa yang akan menjadi cawapres Prabowo. Sebab, pihaknya juga perlu mendengarkan aspirasi dari masyarakat. (**H)


Sumber: kumparanNEWS




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar