Usai Ricuh karena Hasil Quick Count, Warga Landak Gelar Upacara Adat

  • Sabtu, 30 Juni 2018 - 23:43:55 WIB | Di Baca : 347 Kali

SeRiau - Kegiatan ritual adat tolak bala (Pamabangk) dilakukan masyarakat Kabupaten Landak agar dapat menolak bala bencana dan hal-hal jelek yang sebelumnya terjadi tidak terulang kembali. Kegiatan ritual adat tersebut dilaksanakan pada Sabtu, (30/6) pukul 11.00 WIB di Terminal Putri Dara Hitam Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. 

Adapun kegiatan adat ini dipimpin oleh pengurus Adat (Pamang Pangaraga) Muntok dengan melakukan ritual pemotongan babi dan pemotongan ayam kampung serta perlengkapan adat lainnya. 

Kegiatan ritual adat diikuti oleh masyarakat adat Dayak dan warga sekitar Terminal Ngabang, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang. Kegiatan Pamabangk juga dilanjutkan dengan kegiatan panggang babi dan ayam oleh masyarakat yang sebelumnya telah dipotong.

Loading...

Selama pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan kondusif. Pengamanan kegiatan ritual adat Tolak Bala dilaksanakan oleh Personil Polsek Ngabang, Polres Landak dan BKO Polda Kalbar. 

Pada pukul 13.00 WIB datang rombongan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono dan dan Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi serta Bupati Landak Karolin Margret Natasa di Terminal Putri Dara Hitam Ngabang.

Dalam sambutannya Ketua DPRD Kabupaten Landak Heri Saman menyampaikan tolak bala ini adalah Inisiatif dari pengurus adat di Kabupaten Landak untuk menyejukkan situasi di wilayah Kabupaten Landak terkait situasi hasil Pilkada 2018. 

"Mengajak kembali ke situasi yang normal dan damai, jangan mudah terpropokasi atas apa yang ada di media sosial mari rapatkan barisan perkokoh apa yang telah kita jalin selama ini," kata Heri.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Landak Karolin Margret Natasa yang juga calon gubernur Kalimantan Barat menyampaikan jangan terpancing atau percaya dengan perhitungan cepat yang menjadi pemicu kejadian tersebut. 

"Jangan gara-gara kiriman yang diposting lalu terpancing dengan emosi. Menjaga situasi pada saat ini supaya tetap aman dan kondusif, dan mengikuti semua aturan yang ada kita sama-sama berusaha dan bantu berdoa serta menerima dengan ikhlas atas apa yang diperbuat dengan saya," kata Karolin.

Kapolda Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono menjelaskan, dengan dilaksanakannya apel Kebhinekaan tersebut dapat Disimpulkan di Kabupaten Landak hubungan antar etnis dan agama sangat lah erat.

"Jagalah situasi dan keamanan di wilayah Kabupaten Landak supaya menjadi minat para investor untuk menanamkan modalnya karena hamparan di wilayah Kabupaten Landak masih luas," kata Didi.

"Agar mematuhi aturan atau norma-norma yang ada dengan saling menghargai, bertoleransi, saling membangun, menghormati dan saling bantu membantu dalam bermasyarakat," lanjut Didi.

Didi juga berpesan agar masyarakat tidak terpengaruh dengan berita-berita hoaks, serta lebih mengutamakan mengecek kembali kebenaran kabar berita yang beredar.

"Kita harus memahami yang dipimpin yang memimpin dan aturan yang ada Jangan mudah percaya dengan berita-berita hoaks," ujar Didi. 

Hadir juga Pangdam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi yang berpesan agar masyarakat dapat menjaga kearifan lokal serta tidak mudah terprovokasi. 

"Mari kita bersama-sama menjaga kearifan lokal di wilayah ini. Jangan mudah terprovokasi dengan berita-berita yang beredar di media sosial yang bisa merusak kerukunan antar suku dan umat beragama. Kami bersama-sama datang kesini untuk menjaga situasi dan keamanan di wilayah Kabupaten Landak," tutupnya.

Sebelumnya terjadi kericuhan yang diduga buntut dari hasil quick count Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar. Hingga saat ini sebanyak 119 orang dilaporkan masih mengungsi untuk mengamankan diri.

Peristiwa ini bermula dari sekelompok massa yang berjumlah seratusan orang membakar ban di tengah jalan dan memanggang babi di sekitar lokasi Terminal Ngabang, Kabupaten Landak. Mereka membakar ban karena terpicu sebuah postingan di media sosial yang dinilai menghina mantan Gubernur Kalbar, Cornelis. Selain itu, juga karena kecewa calon gubernur (cagub) jagoannya, Margret Natasa-Suryadman Gidot kalah di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sekitar Terminal Dara Itam Ngabang yang dalam wilayah Dusun Tebing Tinggi, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Landak. (**H)


Sumber: kumparanNEWS




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar