Orasi, AHY Singgung Kelanjutan Revolusi Mental Jokowi

  • Ahad, 10 Juni 2018 - 00:38:11 WIB | Di Baca : 95 Kali

SeRiau - Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung kelanjutan program Revolusi Mental yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

Menurut AHY, sebagian besar rakyat menaruh harapan kepada program pembangunan manusia Indonesia sejak awal pemerintahan Jokowi. 

"Ketika pemerintah saat ini berhasil membangun ribuan kilometer jalan, ratusan jembatan, dan proyek infrastruktur lainnya, lantas, kita patut bertanya, 'apa kabar, Revolusi Mental?'," ucap AHY saat menyampaikan orasi bertajuk Dengarkan Suara Rakyat', di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (9/6).

Loading...

Putera sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengingatkan bahwa Revolusi Mental adalah konsep pembangunan manusia Indonesia yang gencar dijanjikan Jokowi saat kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

AHY berpendapat saat ini Pemerintah cenderung hanya fokus dalam pembangunan fisik seperti infrastruktur ketimbang pembangunan karakter manusia. 

"Dalam perjalanannya, nampaknya, Revolusi Mental kurang mendapatkan perhatian kita semua. Kita larut dalam hiruk-pikuk pembangunan infrastruktur," ucap dia. 

Baginya, Revolusi Mental berperan vital sebagai upaya untuk mengembalikan karakter bangsa sesuai bentuk aslinya, yaitu, karakter yang santun, berbudi pekerti, dan bergotong royong. 

"Menurut saya, pembangunan karakter bangsa ini yang harus terus menerus dilakukan, dan disesuaikan, dengan perkembangan zaman. It is a never ending journey karena perubahan, perbaikan, dan pembaharuan adalah keniscayaan yang abadi," kata mantan calon gubernur DKI Jakarta itu. 

Kendati demikian, AHY mengaku bahwa orasinya itu bukanlah kecaman bagi pemerintah. AHY menyadari bahwa tidaklah mudah, untuk mengelola negara yang besar seperti Indonesia dengan segala kompleksitas persoalannya. 

"Ini otokritik, bagi kita semua, rakyat Indonesia," kilahnya. (**H)


Sumber: CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar