Materi Agama dan Umum, SMAN 8 Pekanbaru Taja Pesantren Kilat 

  • Selasa, 05 Juni 2018 - 16:57:01 WIB | Di Baca : 93 Kali

SeRiau - SMAN 8 Pekanbaru melaksanakan pesantren kilat selama 3 hari mulai, selasa (5/6) hingga kamis (7/6).

Kegiatan yang didakan di mesjid Ar Rahim didalam sekolah ini, diikuti ratusan siswa, guru dan pegawai di lingkungan SMAN 8 Pekanbaru

Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Tavip Triacandra. MPd mengatakan meteri pesantren kilat ini tidak hanya meteri agama namun juga materi umum dengan menghadirkan berbagai narasumber. Menurutnya, materi kegiatan merupakan perpaduan ajaran keagamaan serta hal-hal umum. 

Loading...

Misalnya, ada materi tertib berlalulintas dari polisi serta tentang bahaya narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Dasar dari kegiatan ini adalah bagaimana pihak sekolah melakukan penguatan nilai karakter siswa. Sehingga, dalam kehidupan sehari-hari, mereka selalu bersikap baik dan berjalan sesuai nilai agama." Pesantren kilat ini akan diakhiri dengan buka puasa bersama,” kata Tavip, Selasa (5/6) di Pekanbaru

Dikatakan Tavip, ada makna yang patut diambil dari kegiatan pesantren kilat di bulan ramadahan ini. Hendaknya ada perubahan perilaku peserta didik menuju perubahan ke arah yang lebih baik meski pelaksanaannya hanya dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini tentunya tak akan pernah lepas dari peran guru pembimbing yang ada di sekolah. Tujuan diadakan kegiatan pesantren kilat di bulan ramadhan adalah sangat mulia. 

Dengan kegiatan pesantren kilat dan kegiatan penguatan pendidikan karakter kita ciptakan generasi islam yang tangguh, berakhlak mulia, jujur, beriman dan bertaqwa kepada Allah swt." Saya harapkan dengan kegiatan ini ada penyempurnaan perilaku anak kearah lebih baik," kata Tavip

Tak hanya itu, siswa yang non muslim juga ada kegiatan yang sama dengan menghadirkan pemuka agama untuk memberi pencerahan secara keagamaan. Waktunya juga tiga hari.

Sementara itu, Ustad Edi Setiawan SAg menekankan kepada siswa agar tidak hanya menjadi orang cerdas. Karena menjadi cerdas saja bisa merusak dunia kalau tidak diiringi dengan akhlak mulia. Dia juga mendorong siswa untuk menjalankan sholat berjamaah. Menurut Ustad Edi, sholat berjamaah merupakan cara yang paling ampuh untuk menguatkan persatuan umat. Hal ini, tambahnya, sudah ditunjukkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW (zal)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar