Seribu Cara Ampuh Presiden Jokowi dalam Menyambut Tamu Negara

  • Senin, 04 Juni 2018 - 23:38:07 WIB | Di Baca : 31 Kali

SeRiau - Harus diakui bila Presiden Joko Widodo memiliki kemampuan diplomasi lunak (soft-diplomacy) yang cukup mumpuni. Dia bisa membawa masuk kepentingan Indonesia dalam perundingan bilateral dengan cara yang sangat santai dan disukai oleh negara lain. 

Menariknya, banyak cara unik yang dilakukan Presiden Jokowi untuk menyambut para tamu negaranya ini. Bahkan, metode yang digunakannya ini relatif baru dan tidak monoton sebagaimana penyambutan dari kunjungan kenegaraan pada umumnya.

Seperti contohnya, beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi mengajak Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi bermain layangan di kawasan Monas, setelah keduanya melakukan pertemuan bilateral di Istana Merdeka pada Rabu (30/5).

Loading...

Sebagai simbol eratnya persahabatan kedua negara, Presiden Jokowi terlihat memainkan layang-layang berbentuk kotak, bergambar bendera India. Sementara Modi, memainkan layang-layang berwarna putih bertuliskan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-India.

Kemudian, cara unik lain juga ditunjukkan Presiden Jokowi saat menyambut Managing Director IMF, Christine Lagarde, ketika berkunjung ke Indonesia. Saat itu, Presiden Jokwi mengajak Christine Lagarde untuk blusukan ke Blok A, Pasar Tanah Abang, Jakarta.

Niat mantan Wali Kota Solo itu membawa Lagarde ke Tanah Abang adalah untuk menunjukkan bahwa Indonesia kaya dengan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Melalui cara itu pula, Presiden Jokowi juga ingin menunjukkan kekuatan ekonomi Indonesia. 

Tak hanya itu, Presiden juga sempat mengajak Direktur Pelaksana IMF itu untuk blusukan ke Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP). Mereka berkunjung ke area poliklinik di rumah sakit tersebut. 

Dalam momen itu, Presiden Jokowi memamerkan sistem jaminan kesehatan nasional di Indonesia. Ketika itu, Presiden sempat menunjukkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dengan menggunakan kartu ini biaya pengobatan yang harus dibayar pasien ditanggung pemerintah, alias gratis.

Berikutnya, Presiden Jokowi juga pernah mengajak Presiden Korea Selatan Moon Jae-in blusukan ke Bogor Trade Mall (BTM), Bogor. Di Mall tersebut, Jokowi mengajak Moon untuk mengunjungi gerai batik. Di akhir blusukan, keduanya saling memilihkan batik yang cocok usebagai cindera mata. 

Berbagai cara unik dalam penyambutan terhadap tamu negara itu sebagai bagian dari diplomasi lunak Presiden Jokowi. Hal itu yang membuat tamu negaranya menjadi rileks dan senang berkunjung ke Indonesia. 

Dengan cara seperti itu, akan semakin banyak kepentingan dalam negeri yang bisa dibawa dalam meja perundingan, tanpa membuat pihak negara lain merasa terganggu kepentingannya. Sekali lagi, harus diakui, itulah hebatnya Presiden kita, Joko Widodo. (**H)


Sumber: kumparanNEWS




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar