Bernostalgia di Masjid 'Lorong Waktu'

  • Ahad, 03 Juni 2018 - 14:37:38 WIB | Di Baca : 86 Kali

SeRiau - Jika kalian generasi 90-an kalian pasti tahu sinetron religi Lorong Waktu. Nah, untuk bernostalgia, kumparan mendatangi salah satu lokasi syuting sinetron tersebut yakni Masjid Baitussalam di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur. 

Seorang Pengurus Masjid Baitussalam Abdul Latief bercerita kepada kumparan tentang syuting film tersebut. Menurutnya pemilihan Masjid Baitussalam sebagai lokasi syuting karena ada kru film yang tidak sengaja lewat dekat masjid.

“Waktu itu masjid ini masih baru-barunyanya. Tahun 99 (1999) diresmikan dan tahun 2000 itu udah jadi. Nah waktu itu ada krunya film Pak Deddy Mizwar itu melintas di Kalimalang nengok ‘kok ada masjid cakep di sana, yuk kita ke sana’. Datanglah pada ke sini. Pada foto-foto, divideo juga. Diajukan ke pengurus sana. Akhirnya okelah, jadi kontrak setahun dulu udah gitu udah syuting,” ujar Latief di Masjid Baitussalam, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (3/6).

Loading...

Pembuatan film tersebut seperti yang diharapkan oleh Ketua Pembangunan Masjid yang ingin masjid tersebut sekali saja masuk televisi. “Ternyata ada orang yang sengaja bikin film malah alhamdulillah kan malah makin tenar nih masjid kan,” ujarnya

Menurut Latief, sejak dipakai syuting tersebut Masjid Baitussalam terkenal dengan sebutan Masjid Lorong Waktu. Maklum saja Masjid Baitussalam menjadi tempat syuting untuk lima musim Lorong Waktu 2, Lorong Waktu 3, Lorong Waktu 4 dan Lorong Waktu 6.

“Lorong waktu 1 nya itu bukan di sini, di masjid Bekasi. Kalau enggak salah namanya Masjid Setia Rohani. Nah baru lanjut di lorong waktu 2,3,4,5 di sini,” ujarnya.

Kepada kumparan, selanjutnya ia menunjukkan ruangan yang menjadi laboratorium untuk menembus waktu. Ruangan itu sekarang menjadi ruang serbaguna. Menurut Latief dahulu ruangan tersebut berupa bangunan setengah jadi. Namun oleh pihak film ditata hingga menjadi laboratorium.

“Nah Pak Deddy Mizwar masuk dia bikin settingan buat menghilang-menghilangnya si pemain. Di atas masjid juga dibikin kantornya Pak Deddy Mizwar. Ada dibikin kamar tidur gitu,” ujarnya.

Ia masih ingat betul karena syuting tersebut masjid menjadi ramai. Banyak anak-anak dari perkampungan sekitar yang datang untuk melihat syuting tersebut. Meski begitu menurutnya hingga kini masjid juga tetap ramai jemaah setidaknya untuk salat Zuhur, Ashar dan Subuh sebanyak empat saf dipenuhi jemaah.

“Jadi banyak dari kalangan perkampungan itu pada nonton syuting istilahnya masjid jadi ramai. Tapi alhamdulillah sekarang juga karena masjidnya sudah tenar dikenal masyarakat salat-salat itu 3 saf 4 saf Zuhur, Ashar itu masih, Subuh juga masih. Satu saf itu bisa kurang lebih 40 jemaah,” ujarnya.

Sinetron Lorong Waktu menjadi salah satu tayangan Ramadhan yang bertahan lama. Penayangan perdananya dimulai pada 6 Desember 2009 dan berakhir pada 10 Juli 2006, dengan total 6 musim dan 480 episode.

'Lorong Waktu' bercerita tentang Ustaz Addin-diperankan Dicky Chandra- yang menciptakan mesin waktu agar bisa kembali ke masa lalu atau masa yang akan datang. Ia merupakan anak angkat sekaligus murid dari Haji Husin-Deddy Mizwar. Bersama seorang murid cilik bernama Zidan-Jourast Jordy, mereka berpetualang dari waktu ke waktu untuk berdakwah dan menyebarkan kebaikan. (**H)


Sumber: kumparanNEWS




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar