Jemaah Tarekat Syattariyah di Sumbar Mulai Berpuasa 18 Mei

  • Kamis, 17 Mei 2018 - 23:03:13 WIB | Di Baca : 99 Kali

SeRiau - Jemaah Tarekat Syattariyah yang berpusat di Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat baru mulai melaksanakan puasa 1439 Hijriah, Jumat 18 Mei 2018. Keputusan itu diambil setelah mereka melihat hilal dengan mata telanjang pada Kamis 17 Mei 2018.

"Kami telah sama-sama melakukan pemantauan hilal di Pantai Ulakan, sekitar pukul 18.17 WIB secara kasat mata kita melihat penampakan bulan sabit, yang artinya 1 Ramadhan sudah masuk," kata Pimpinan Tarekat Syattariyah Tuanku Ali Imran kepada Langkan.id, Kamis 17 Mei 2018.

Tuanku Ali mengatakan telah menginformasikan hasil pengamatan itu pada seluruh pengikut tarekat Syattariyah di daerah lain. Dalam pengamatan itu, para jemaah juga ikut memantau langsung keberadaan hilal.

Loading...

"Walau berbeda cara penetapannya, yang penting kami tidak beda dalam cara pelaksanaan puasa dan ibadah lainnya. Beda dalam menetapkan itu hal yang biasa," kata Syafaruddin, salah seorang jamaah yang ikut memantau hilal.

Dia juga menyebutkan, setiap tahunnya jamaah tarekat Syattariyah memang berbeda dengan pemerintah dalam memulai Ramadhan. Mereka biasanya lebih lambat 1 atau 2 hari.

"Itu karena kita sama-sama memiliki cara sendiri-sendiri dalam menetapkan kapan masuknya 1 Ramadhan. Yang penting kan saling menghargai dan selama ini kan tidak ada muncul perpecahan" tambahnya.

Terekat ini menetapkan awal Ramadhan berdasarkan hisab dan rukyatul hilal. Mereka menggunakan metode hisab takwim qamsyiah yang telat diajarkan secara turun-temurun.

Berdasarkan hisab takwim, Kamis 17 Mei 2018 bertepatan dengan 29 Sya’ban 1439 Hijriah. Makanya hari ini ditetapkan untuk rukyatul hilal.

Jemaah ini mempercayai tarekat ini dibawa Syekh Burhanuddin. Syekh Burhanuddin juga diyakini jemaah tarekat ini sebagai orang pertama yang membawa ajaran Islam ke Sumatera Barat.

Makanya setiap tahun, tepatnya 10 Syafar makam Syekh Burhanuddin ramai dikunjungi jemaah dari berbagai daerah. Mereka menghadiri upacara bersyafar untuk memperingati wafatnya Syekh Burhanuddin. (**H)


Sumber: KumparanNEWS




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar