Bakar Uang Palsu Rp 90 Juta, BI Imbau Masyarakat Teliti

  • Kamis, 17 Mei 2018 - 22:24:10 WIB | Di Baca : 77 Kali

SeRiau - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung membakar uang palsu (upal) senilai Rp 90 juta di halaman kantor kejari Jalan WR Supratman, Kelurahan Talang, Kecamatan Telukbetung Selatan, Kamis (17/5/2018).

Kajari Bandar Lampung Hentoro Cahyono mengatakan, selain upal, pihaknya turut membakar sabu-sabu seberat 125 gram, 2 kg ganja, dan 10 gram ineks serta berbagai macam obat-obatan dan kosmetik tanpa izin edar.

Hentoro mengatakan, meski saat ini ada penemuan upal sebanyak Rp 90 juta, namun kasus yang mendominasi di Kejari Bandar Lampung masih terkait narkotika.

Loading...

Kemudian tertinggi kedua kasus pencurian dengan kekerasan, ketiga perjudian, keempat kekerasan terhadap wanita dan anak.

"Baru akhir-akhir ini ada penemuan uang palsu meski tidak mendominasi," terangnya.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Lampung Budiharto Setyawan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada jika bertransaksi terutama pada malam hari di bulan Ramadan dan Lebaran.

Budiharto mengatakan, Lampung masuk kategori kuning (waspada) karena menempati posisi kedua peredaran uang palsu di Sumatera setelah Sumatera Utara.

Masyarakat juga diminta jangan mau menerima penukaran uang pecahan besar dengan uang kecil atau diminta bantuan membeli ini dan itu dari orang tidak dikenal.

"Untuk mengantisipasi peredaran uang palsu, masyarakat bisa menggunakan teknik 3D (diraba, dilihat, diterawang)," ujarnya.

Menurut Budiharto, rupiah asli terasa kasar di beberapa bagian karena digunakan teknik cetak intaglio dan berbeda dengan hasil fotokopi atau offset yang hasilnya licin.

Lihat juga untuk memastikan ciri-ciri pecahan uang (warna, nilai nominal, gambar pahlawan, benang pengaman dan lain sebagainya).

"Sedangkan teknik diterawang untuk memastikan ada tanda air (cetakan transparan gambar pahlawan) dan perubahan bentuk lambang BI yang dicetak dengan teknik rectoverso," jelasnya. (**H)


Sumber: TRIBUNNEWS.COM




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar