Daftar Penceramah di BUMN Jadi Sorotan NU dan Muhammadiyah

  • Kamis, 17 Mei 2018 - 19:14:32 WIB | Di Baca : 128 Kali

SeRiau - Daftar penceramah yang akan mengisi kajian di Masjid Tarqiyah Taqwa milik Telkomsel Jakarta hangat diperbincangkan di media sosial. Sejumlah pengguna medsos menilai, ada nama penceramah yang dinilai provokatif di dalam daftar tersebut. Nama dua organisasi massa Islam terbesar, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah disebut-sebut turut memberikan imbauan soal ini.

Akun resmi Pengurus Besar NU, @nahdlatululama bahkan turut mempertanyakan daftar penceramah tersebut dengan mencolek akun twitter Presiden Joko Widodo, @jokowi.

Ketua bidang Kebudayaan dan Hubungan Antar umat Beragama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Imam Aziz mengakui jika pihaknya memberikan imbauan kepada kantor-kantor badan usaha milik negara (BUMN) agar menjaga kesejukan bulan puasa Ramadan dengan menghadirkan ulama atau penceramah yang bisa membawa NKRI lebih nyaman.

Loading...

Menurut Imam salah satu yang mereka imbau itu adalah Telkomsel.

"PBNU meminta agar kantor-kantor BUMN, seperti telkomsel itu kalau bisa membuat Ramadan lebih tenang, bawa suasana sejuk bagi umat Islam dan umat lainnya," kata Imam kepada CNNIndonesia.com, Kamis (17/5).

Imam mengakui jika mendapatkan banyak laporan dari masyarakat dan media yang beredar soal ulama-ulama yang mengancam suasana kerukunan antar umat Islam dan umat agama lainnya namun tetap terus diundang oleh kantor pemerintah dan BUMN.

"Nama-nama Ustadz yang sering muncul di media sebagai provokator itu kita memang dengar dan perhatikan. Makanya kami kasih tahu ke kantor BUMN, kalau ulama-ulama itu provokatif. Sering jadikan forum agama sebagai forum politik. Kan pengajian banyak anak muda, tidak baik," kata Imam.

Imam mengatakan PBNU menghimbau agar lembaga-lembaga milik negara jangan sampai ikut mendukung ceramah yang sarat kepentingan politik. Kendati demikian, Imam menekankan tidak akan menghimbau kantor-kantor swasta yang menghadirkan ulama-ulama yang dianggap kontroversial itu.

"Kalau swasta bebas, tapi kan kalau milik negara kami kasih tahu," kata Imam.

Hal senada juga disampaikan Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti terkait ulama-ulama yang banyak disoroti publik.

Menurut dia, sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa banyak pembn

"Muhammadiyah sudah lama menyampaikan kepada Pemerintah soal itu. Beberapa lembaga merespon himbauan Muhammadiyah. Sebagian lainnya tetap saja tidak melakukan perubahan," kata Mu'ti kepada CNNIndonesia.com.

Menurut Mu'ti imbauan yang dilayangkan pihaknya kerap diacuhkan karena kurangnya perhatian dan kepedulian jajaran direksi. Beberapa bahkan ada yang melangkah maju dengan merekam dan memberikan catatan atas isi ceramah. 

Lebih lanjut, Mu'ti mengakui Muhammadiyah telah mengirimkan para ustaz ke BUMN dan lembaga pemerintah baik sebagai khatib maupun pembicara kajian. 

Sebelumnya, daftar penceramah Majelis Ta'lim Telkomsel dikritik netizen karena beberapa nama di dalamnya dinilai kerap memberikan ceramah provokatif. Belakangan daftar tersebut diubah dengan penghilangan beberapa nama.

Pegiat sosial medai Ulin Yusron, lewat akun twitter pribadinya mengapresiasi BUMN yang mau mendengarkan masukan dari ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah. 

Sementera pihak Telkomsel sendiri saat dihubungi masih belum mau memberikan keterangan terkait hal ini. (**H)


Sumber: CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar