Rupiah Melemah, Ini Kata BI

  • Sabtu, 21 April 2018 - 00:32:46 WIB | Di Baca : 153 Kali

SeRiau - Bank Indoneia menyatakan, pelemahan rupiah hari ini terjadi karena ada risiko eksternal. Tekanan yang muncul karena adanya dinamika global menjadi salah satu alasannya.

"Tekanan yang muncul dinamika global di AS menjadi faktor, menyebar ke semua mata uang emerging (negara-negara berkembang)," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo, Jumat (20/4/2018).

Meskipun demikian, ada pula beberapa hal di dalam negeri yang harus diperhatikan antara lain membesarnya defisit transaksi berjalan pada tahun 2018 dibandingkan pada tahun lalu. Kondisi tersebut disebabkan meningkatnya impor bahan baku dan barang modal.

Loading...

Dody menyebut, melebarnya defisit transaksi berjalan tersebut merupakan konsekuensi ekonomi yang bergerak. Selain itu, ada pula risiko intlasi karena kemungkinan harga minyak dunia yang mengalami kenaikan.

"Tapi rencana pemerintah tidak menaikkan (harga) BBM bersubsidi juga menjadi salah satu poin menjaga daya beli," tutur Dody.

Menurut dia, bank sentral akan terus menjaga agar sasaran inflasi tetap tercapai. Bank sentral memproyeksikan inflasi berada pada level 3,5 plus minus 1 persen pada tahun ini.

"Maka kami yakin tidak ada risiko inflasi menjadi sesuatu yang signifikan atau serius," ujar Dody.

Untuk menjaga agar nilai tukar rupiah tak mudah terombang-ambing dengan kondisi eksternal, Dody menyatakan bank sentral terus mengupayakan pendalaman pasar keuangan. Transaksi berjalan pun terus diarahkan untuk surplus, baik dalam transaksi barang atau jasa.

"Kemudian adanya local currency settlement. Ini adalah inisiatif yang akan terus kami jalankan," ucap dia.

Hari ini nilai tukar rupiah mengalami pelemahan cukup dalam terhadap dollar AS.  Data Bloomberg menunjukkan rupiah di pasar spot ditutup pada posisi Rp 13.893 per dollar AS, melemah 108 poin atau 0,78 persen dibandingkan kemarin.

Kompas TVBank Indonesia menjamin rupiah tidak akan bergerak fluktuatif dengan hebat dalam jangka pendek maupun panjang. (**H)


Sumber: KOMPAS.com




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar