Dua Parpol Gabung Dukung Jokowi Hasil Lobi 'Gotong Royong'

  • Ahad, 08 April 2018 - 21:23:40 WIB | Di Baca : 5806 Kali

SeRiau - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut bakal ada dua partai politik yang bergabung ke dalam koalisi pengusung Presiden Joko Widodo.

Bergabungnya dua parpol tersebut, kata Hasto, merupakan hasil lobi-lobi yang dilakukan para ketua umum partai politik di luar PDIP.

Sebelumnya, ketua umum PPP Romahurmuziy mengatakan bakal ada dua partai politik yang merapat ke koalisi pengusung Jokowi di Pilpres 2019 pada bulan ini.

Loading...

"Bagaikan satu skuadron untuk rakyat, maka kami melakukan lobi-lobi politik sehingga apa yang dilakukan Pak Rommy adalah bagian dari kerja bersama dan kerja gotong royong untuk pak Jokowi," ujar Hasto di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (8/4).

Selain Romahurmuziy, Hasto mengatakan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, serta Ketua Umum NasDem Surya Paloh juga turut melakukan lobi-lobi.

Meski begitu, Hasto masih enggan membeberkan dua partai politik yang bakal turut mengusung Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang. Dia hanya mengatakan bahwa PDIP akan berkunjung ke kantor DPP PKB Selasa mendatang (10/4).

Kunjungan tersebut, kata Hasto, merupakan kelanjutan dari PDIP yang sebelumnya telah berdialog dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

"Kami bahas soal narasi kepemimpinan ke depan kepemimpinan untuk rakyat," imbuh Hasto.

Terpisah, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menyambut baik kabar dua partai politik bakal turut mengusung Jokowi. Menurutnya, semakin banyak dukungan akan sangat menguntungkan.

"Tentu semakin banyak berarti kekuatan di parlemen akan semakin meningkat," katanya.

Seperti halnya Hasto, Airlangga juga enggan membeberkan dua partai politik yang akan ikut bergabung dalam koalisi.

Romahurmuziy sebelumnya mengatakan bahwa ada dua partai politik yang akan turut mengusung Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019. Dua partai politik tersebut akan menambah kekuatan koalisi, yang sebelumnya telah diisi oleh PDIP, Golkar, NasDem, Hanura, Perindo, PSI, dan PPP.

Menurut Romi, salah satu partai itu akan membuat deklarasi dukungan kepada Jokowi dalam waktu dekat.

"Namun dukungan salah satu partai masih bersyarat dengan mengambil kadernya sebagai calon wakil presidennya pak Jokowi," kata dia, Jumat (6/4).

PPP kata Romi, menyambut baik aneka dukungan dari partai politik manapun, karena itu akan menambah kekuatan pasukan pemenangan Jokowi.

"Soal cawapres, biarlah nanti kalau sudah pasti siapa-siapa partai koalisi pengusungnya baru dibahas bersama dengan pak Jokowi setelah Pilkada serentak 27 Juni 2018," katanya. (gil)


sumber CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar