Premium Masih Langka di SPBU, Menteri Jonan Tegur Pertamina

  • Rabu, 04 April 2018 - 23:03:59 WIB | Di Baca : 181 Kali

SeRiau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku sudah menegur PT Pertamina (Persero) ihwal minimnya ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

Menurut dia, Premium adalah BBM penugasan, sehingga distribusi seharusnya lancar, apapun kondisinya.

Mengacu pada pasal 3 Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, Premium termasuk BBM penugasan yang harus didistribusikan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi, berdasarkan beleid yang sama, Pertamina diberikan tambahan margin sebesar Rp100 per liter untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali.

Atas dasar hal itu, tidak ada alasan bahwa Premium di beberapa SPBU mulai mengering. "Kami sudah tegur Pertamina, bahwa Pertamina harus tetap menyalurkan Premium. Saya sudah tegur berkali-kali," jelas Jonan ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/4).

Hanya saja, ia tak menyebut latar belakang di balik kosongnya BBM jenis Premium di beberapa SPBU. Jika memang Pertamina ingin mengalihkan konsumsi masyarakat dari Premium menjadi bahan bakar dengan kadar oktan yang lebih tinggi, ia tidak setuju jika caranya adalah mengurangi pasokan ke SPBU.

"Kalau misalnya mau menjual Pertalite, mestinya pakai cara lain supaya masyarakat secara sukarela beralih ke Pertalite. Kalau mau lho. Bukan dengan cara mengosongkan pasokan Premium," imbuh dia.

Lebih lanjut, ia juga telah meminta Pertamina untuk mengembalikan pasokan BBM jenis Premium ke SPBU. Apalagi kebutuhan BBM pasti akan melonjak mendekati hari raya Idul Fitri.

Bahkan, jika pasokan Premium ke SPBU masih kosong, ia tak segan memberi sanksi kepada Pertamina. Hanya saja, ia tak menyebut jenis sanksinya.

"Kalau misalnya Pertamina tetap tidak menyalurkan ya kami cari sanksi lah," imbuh dia.

Di tahun ini, pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memberi penugasan kepada Pertamina untuk menyalurkan Premium sebanyak 7,5 juta kiloliter (kl) di tahun ini atau lebih kecil dibanding tahun sebelumnya 12,5 juta kl. Saat ini, Premium dijual Rp6.550 per liter di wilayah Jamali dan Rp6.450 liter di luar Jamali. (*JJ)



Sumber: CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar