Diintimidasi Sekuriti Alexis, Wartawan Lapor Polisi

  • Jumat, 23 Maret 2018 - 23:16:23 WIB | Di Baca : 234 Kali

SeRiau - Seorang wartawan media massa daring, Adi Wijaya, mendapatkan perlakuan dari pihak keamanan atau sekuriti hotel Alexis saat melakukan peliputan terkait penutupan tempat hiburan di kawasan Jakarta Utara tersebut.

Atas intimidasi yang ia alami saat melakukan pekerjaan jurnalistik itu, Adi melaporkan sejumlah sekuriti Alexis ke Polda Metro Jaya petang ini.

Adi hadir di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu pada jam 16.30 WIB, dan ia keluar pada pukul 19.30 WIB.

"Hari ini, saya melaporkan atas tindak pidana pers yang dilakukan oleh sejumlah sekuriti dan orang berpakaian preman di Hotel Alexis," kata Adi di Polda Metro Jaya, Jumat (23/3)

Adi menceritakan saat ia datang ke hotel Alexis, sekuriti di sana langsung bertanya mengenai identitas dirinya. Petugas keamanan juga memfoto kartu pers dan dirinya.

Kemudian Adi diberi tahu sekuriti akan dibawa ke pihak Humas, nyatanya ia malah dibawa ke pos sekuriti. Di sanalah Adi mengaku dirinya telah diintimidasi dan mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan.

"Di pos itu ada 10 orang sekuriti, mereka curiga saya ini anggota kepolisian. Mereka bertanya sambil gebrak-gebrak meja dan marah-marah, mereka bilang saya ini anggota kepolisian," cerita Adi.

Setelah satu jam interogasi dan dipaksa untuk mengakui bahwa ia merupakan anggota kepolisian, akhirnya Adi dibebaskan setelah dijemput para wartawan lainnya.

Akan tetapi, para sekuriti masih mencuriga bahwa ia merupakan polisi. Adi dicurigai karena perawakannya besar dan tinggi, ia juga memiliki model rambut cepak.

Para sekuriti pelaku intimidasi dilaporkan melakukan Tindak Pidana Bidang Pers Pasal 18 ayat (1) UU RI no. 40 tahun 1999 tentang Pers. Laporan ini telah teregister dalam LP/1601/III/2018/PMJ/Ditreskrimum.

Hotel Alexis sedianya akan ditutup pada Kamis (22/3) lalu. Pemprov DKI Jakarta lewat Satpol PP DKI Jakarta telah mengirimkan permohonan bantuan pengamanan ke Polda Metro Jaya terkait penutupan itu, namun penutupan itu urung dilakukan dan masih belum jelas kelanjutannya hingga berita ini ditulis. (*JJ)



Sumber: CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar