Jokowi: Bank Wakaf 'Selamatkan' Ibu-Ibu dari Rentenir

  • Rabu, 14 Maret 2018 - 15:30:13 WIB | Di Baca : 243 Kali

SeRiau - Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk mengajukan pinjaman dana tanpa bunga ke Bank Wakaf Mikro, dan bukan melalui para rentenir yang membebankan bunga utang selangit. 

Hal itu disampaikan kepada sejumlah ibu nasabah Bank Wakaf Mikro An-Nawawi Tanara, Serang, Banten yang diresmikan Presiden Jokowi, Rabu (14/3). Dia meminta warga untuk menggunakan dana pinjaman dengan efektif dan optimal.

"Ini paling penting. Saya titip jangan sampai ibu-ibu terjerat rentenir. Karena di sana (tempat peminjaman lain) bunga sangat tinggi bisa 30-40 persen per tahun," kata Jokowi di Bank Wakaf, Rabu (14/3).

Ia menuturkan, nasabah hanya dikenakan biaya administrasi tiga persen per tahun dari jumlah uang yang dipinjamkan. Nasabah juga tidak dikenakan bunga ketika mencicil.

Beberapa nasabah memberi tahu Jokowi mereka membayar cicilan Rp26 ribu setiap minggu atas pinjaman Rp1 juta.

"Berat enggak? Enggak dan itu tidak ada bunganya. Bagus enggak kena rentenir," tutur mantan Wali Kota Solo ini.

Ia menjelaskan, Bank Wakaf merupakan lembaga bentukan Otoritas Jasa Keuangan yang dananya bersumber dari donatur seperti Pendiri Mayapada, Tahir.

Secara terpisah, pendiri pondok pesantren sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin berterima kasih kepada Jokowi karena meluncurkan program Bank Wakaf.

Menurutnya, hal itu dilakukan karena mendengar masukan ulama yang menginginkan pembangunan ekonomi nasional dimulai dari bawah, terutama pondok pesantren.

"Beruntung punya Presiden yang selalu berkunjung ke pesantren dan selalu merespons berbagai aspirasi dan tuntutan umat," kata Ma'ruf.

Ini kali ketiga peluncuran Bank Wakaf yang diresmikan langsung Presiden Jokowi. Sebelumnya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meresmikan Bank Wakaf KHAS Kempek di Cirebon dan Bank Wakaf Mikro Al Fithrah Wava Mandiri di Surabaya.

Hingga awal Maret 2017, 20 Bank Wakaf Mikro di sejumlah daerah Indonesia telah menyalurkan Rp2,45 miliar kepada 2.784 nasabah dalam 568 kelompok usaha. (*JJ)


Sumber: CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar