Demokrat Anggap Pembentukan Poros Ketiga Bukan Matematika

  • Jumat, 09 Maret 2018 - 13:50:07 WIB | Di Baca : 291 Kali

SeRiau – Partai Demokrat dianggap sebagai bandul dalam pembentukan poros ketiga di Pemilihan Presiden 2019. Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron menilai wacana poros ketiga ini sebagai dinamika politik.

"Ya itu lah dinamika politik, politik itu tidak bisa dihitung secara matematika. Sehingga dinamika ini akan berlangsung pada saatnya nanti akan diputuskan masing-masing pimpinan partai seperti apa," kata Herman di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 9 Maret 2018.

Herman menambahkan, Partai Demokrat saat ini masih melakukan konsolidasi internal dengan melakukan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Sentul, Jawa Barat, pada Sabtu, 10 Maret 2018.

Loading...

"Apakah akan ada dua poros atau tiga poros. Saya kira tetap konsepsi Partai Demokrat adalah mendorong terjadinya demokrasi yang lebih terbuka, sehingga kemudian ini mengikutsertakan seluruh komponen bangsa," tuturnya.

Namun, ia mengakui, saat ini partainya intensif melakukan komunikasi politik lintas partai. Menurutnya, hal tersebut sebagai hal yang wajar dalam politik.  

"Bagian daripada dinamika politik dan saya kira semua partai akan menjalin komunikasi politik untuk bisa mencapai kesamaan cara pandang," paparnya.

Ia pun mengakui ada pertemuan elite Demokrat yang dilakukan bersama PKB dan PAN. Namun, ia belum bisa mengungkapkan apa hasil pertemuan tersebut.

"Keputusannya ya nanti. Pada waktunya masing masing partai kemudian berkoalisi dan memutuskan siapa yang akan diusung. Dan partai apa saja yang akan bergabung," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy memprediksi poros ketiga dalam pilpres sulit terjadi. Bila poros ketiga ini terbentuk maka partai Demokrat yang menjadi kunci.

"Kalau harus membuat poros ketiga dengan presidential threshold 20 persen bandulnya ada di Partai Demokrat, karena Gerindra sudah membangun poros sendiri," kata Romi di kampus IPDN, Jakarta, Kamis 8 Maret 2018.

Adapun poros yang sudah terlihat adalah koalisi pendukung Joko Widodo maju kembali sebagai capres 2019. Lima parpol pemerintah sementara yang sudah berada di belakang Jokowi yaitu Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, dan PDIP. (sumber VIVA)  




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar