Melawan China di Final, ini Strategi Susy

  • Ahad, 11 Februari 2018 - 15:22:37 WIB | Di Baca : 203 Kali

SeRiau - PP PBSI tidak memberikan beban target kepada tim putra Indonesia saat menghadapi China dalam laga final Kejuaraan Beregu Asia yang juga kualifikasi Piala Thomas 2018 di Stadion Sultan Abdul Halim, Kedah, Minggu (11/2).

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, berharap, para pemainnya bisa mengeluarkan 100 persen kemampuan mereka dalam laga puncak nanti.

Tim putra Indonesia sendiri tidak tampil full team dalam semifinal melawan Korea Selatan, Sabtu (10/2). Meski menang 3-2 atas Korea Selatan, Indonesia tidak bisa memainkan pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting.

Loading...

"Untuk final, bermain [bagus] dulu saja. Dengan tim yang ada saat ini, kami ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia," ujar Susy dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com.

Susy juga memberikan pujian kepada pebulutangkis putra Indonesia, Firman Abdul Kholik. Firman merupakan penentu kemenangan tim putra Indonesia atas Korea Selatan di babak semifinal menjadi 3-2, usai mengalahkan Lee Dong Keun, 22-20, 11-21, 22-20.

Susy Susanti memberikan pujian kepada Firman Abdul Kholik atas penampilannya di laga semifinal melawan Korea Selatan.

Susy bukan tanpa alasan melemparkan apresiasinya kepada Firman. Selain masih berusia muda, 20 tahun, Firman sukses menunjukkan kegigihannya dalam laga krusial tersebut.

Sempat tertinggal 14-20 dari Dong Keun pada set ketiga, atlet kelahiran Banjar, Jawa Barat itu pun meraih delapan angka beruntun untuk mengunci kemenangan menjadi 22-20. Pencapaian yang di luar dugaan banyak pihak.

"Para pemain tampil luar biasa, terutama Firman yang bisa membalikkan keadaan dan mampu keluar dari saat-saat kritis. Firman bisa main lepas, nekat dan terus berusaha terus," ucap Susy.

Ganda putra Indoneaia tidak mampu memberikan poin penuh saat menghadapi Korea Selatan di semifinal.

Ganda putra Indoneaia tidak mampu memberikan poin penuh saat menghadapi Korea Selatan di semifinal.

"Terbukti, meskipun dalam keadaan terpojok, kesempatan sekecil apa pun jika bisa dimanfaatkan dengan baik, maka apa saja bisa terjadi," Susy menambahkan.

Menurut Susy, bukan saja penampilan Firman yang di luar perkiraan PBSI, tetapi juga hasil yang diraih. Karena, sebelum pertandingan, PBSi berharap sektor ganda bisa menyumbang dua poin.

Sayang, poin hanya didapat Mohammad Ahsan/Angga Pratama yang mengalahkan Chung Eui Seok/Seung Jae Seo 21-8, 21-10. Sedangkan Rian Agung Saputro/Hendra Setiawan kalah 21-11, 18-21, 19-21 dari Choi Solgyu/Kim Dukyoung.

"Ternyata tunggal putra bisa menyumbang dua poin. Ini pengalaman berharga untuk Firman, dia baru diturunkan sekali, langsung mengemban tanggung jawab yang besar dan dia bisa menjalankan tugasnya meraih kemenangan untuk Indonesia," Susy menuturkan.

 

 

sumber CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar