Gempa Taiwan: TV beterbangan, lantai enam apartemen sekarang menjadi lantai satu

  • Jumat, 09 Februari 2018 - 07:59:27 WIB | Di Baca : 42 Kali

SeRiau, Chen Chien, laki-laki berusia 66 tahun, kini tinggal di satu gedung sekolah dasar di kota Hualien, setelah gempa kuat mengguncang kawasan pantai timur Taiwan pada Selasa (06/02) malam.

Sebelumnya ia menempati apartemen Yun Tsui yang berlantai 12. Karena gempa dengan magnitudo 6,4 tersebut apartemennya miring 50 derajat.

Di apartemen itu ia menempati ruang di lantai enam. Guncangan gempa membuat bagian bawah apartemen ambruk, lantai enam anjlok dan sekarang menjadi lantai dasar.

"Posisi lantai enam sebenarnya cukup tinggi. Namun ketika saya keluar dari jendela untuk menyelamatkan diri, lantai saya tepat berada di atas tanah," kata Chen kepada kantor berita AFP.

"Ketika gempa terjadi TV saya terbang ... semua peralatan di apartemen beterbangan," ungkapnya.

Ia heran bagaimana gedung yang ia tempati bisa rusak parah. "Sulit dipercaya bangunan besar seperti ini rusak parah ... mungkin struktur penyangga bangunan rusak. Kalau tidak, bagaimana mungkin keadaannya seperti ini sekarang?" kata Chen.

Penghuni apartemen lainnya, Chang Te-ching yang berusia 70 tahun, curiga bagian bawah apartemen yang dipakai sebagai hotel dan restoran tidak punya struktur penyangga yang kuat untuk menopang lantai-lantai di atasnya.

Enam dari sembilan korban tewas berada di apartemen ini. Gempa juga menyebabkan lebih dari 200 orang mengalami luka-luka.

Seorang anggota tim Palang Merah mengatakan lantai satu hingga lantai tiga apartemen Yun Tsui ambruk.

Jumlah orang yang hilang sudah berkurang dari sekitar 60 menjadi 10.

Badan penanggulangan bencana nasional mengatakan tidak diketahui secara pasti orang-orang yang terperangkap di bawah reruntuhan di kota Hualien.

Sepanjang Rabu (07/02) tim-tim SAR harus menyelamatkan diri setelah terjadi gempa susulan, salah satunya dengan magnitudo 5,7 yang dirasakan di ibu kota Taipei.

Pada Rabu warga diminta tidak masuk ke rumah yang rusak, dan sekitar 800 orang telah mengungsi di bangunan pemerintah.

Hualien, kota pusat wisata yang populer, merupakan tempat tinggal bagi sekitar 100.000 orang.

Petugas penyelamat masih bekerja

Petugas penyelamat pada Rabu pagi masih berusaha menolong sedikitnya lima orang yang diketahui masih terperangkap di dalam bangunan.

Lebih dari 140 orang masih belum diketahui keberadaannya, menurut Central News Agency Taiwan.

Sekitar 40.000 rumah kini tanpa persediaan air, kemudian jalan raya dan jembatan ditutup.

Presiden Tsai Ing-wen berada di lokasi gempa pada Rabu (07/02) pagi, mengunjungi rumah sakit dan pusat bantuan.

Dalam sebuah pernyataan di Facebook, Tsai berkata bahwa pemerintah akan membantu Hualien sebisa mungkin. Ia menambahkan bahwa dirinya berharap "kehidupan warga dapat kembali normal sesegera mungkin".

Dua tahun lalu, gempa mengguncang kota Tainan menewaskan lebih dari 100 orang.

Taiwan telah diguncang lebih dari 100 gempa pada bulan ini, menurut pemerintah.

Pulau itu berada di dekat pertemuan dua lempeng tektonik dan secara berkala terkena gempa bumi.

Gempa yang terjadi pada 1999 menewaskan lebih dari 2.000 dan memaksa pemerintah mengeluarkan peraturan yang mengharuskan pengembang membangun gedung-gedung yang lebih tahan gempa. (*JJ)


Sumber: BBC




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar