Muhamamdiyah Tidak Alergi Politik

Hajriyanto Y. Thohari: Kader Muda Harus Dimajukan

  • Rabu, 15 November 2017 - 22:32:24 WIB | Di Baca : 272 Kali


 Pekanbaru.SeRiau - Ketua PP Muhammadiyah Dr H Hajriyanto Y Thohari, MA, mengatakan sebagai organisasi sosio keagamaan, organisasi Muhammadiyah tidak alergi dengan politik, setiap anggota Muhamamdiyah harus bisa menjadi bagian kegiatan politik.

Hal ini disampaikan Hajriyanto Y Thohari, MA, dalam acara Diskusi Publik dengan tema melahirkan pemimpin-pemimpin lokal yang berdaulat adil dan berkemajuan dalam proses yang bermoral serta bebas dari transaksional di Universitas Muhamamdiyah Riau, Rabu (15/11/2017).

"Muhammadiyah memainkan tiga peran, yang satu sama lain berkaitan. Pertama peranan sebagai reformis keagamaan. Peranan sebagai pelaku perubahan sosial dan peranan sebagai kekuatan politik," katanya

Loading...

Dijelaskan, selama ini biasanya pandangan, strategi dan taktik yang dipilih Muhammadiyah dalam memainkan perannya sebagai kekuatan politik, dapat disimpulkan bahwa setiap anggota Muhamamdiyah boleh saja berpolitik, tetapi harus mendirikan kelompok atau organisasi diluar Muhammadiyah."Menurut pendapat saya Muhammadiyah perlu memberikan, bahkan mungkin mempusatkan perhatiannya pada pengkaderan politik untuk generasi muda Muhammadiyah berusia belia. Muhammadiyah terutama.generasi muda belia, harus dipersiapkan berpartisipasi aktif dan efektif dalam kehidupan politik bangsa," ujarnya

Namun demikian, lanjut Dia, generasi muda Muhamamdiyah harus memperluas dan memperdalam pemahaman perkembangan kehidupan politik tanah air dengan segala tantangan dan permasalahan yang dihadapi dari waktu ke waktu.

Disebutkan, saat ini di Muhamamdiyah ada kegiatan Idiopolitor perlu dipertajam sasarannya untuk dipusatkan perhatiannya kepada kader muda belia Muhammadiyah, agar lebih peduli pada bidang politik. Karena saat ini melihat kecenderungan anak muda kita tidak pedulu politik." Ini bisa jadi dikarenakan anak-anak muda kita melihat bagaimana tokoh-tokoh politik bangsa ini yang terlibat dalam berbagai skandal, karena itulah mereka memandang dunia politik itu sebagai dunia yang kotor, hingga mereka tidak peduli dengan politik," kata Dia.

Karena itulah perlu dilakukan perubahan pola pikir generasi milenia ini untuk bisa mengubah pola pukir seperti itu, yang diharapkan hal itu dimualu dari generasi muda belia Muhamamdiyah.

Mendorong berkembangnya pemikiran kritis dan kreatif serta integritas kepribadian sesuai dengan ajaran Islam menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan kehidupan demokrasi.
Dan mendorong partisipasi lebih luas dan efektif dalam kehidupan sosial politik bersama dengan golongan lain demi persatuan bangsa dan kesejahteraan umum.

"Intinya saya ingin bagaimana kader Muhamamdiyah itu khususnya di Provinsi Riau ada yang jadi Gubernur, Walikota ataupun Bupati. Minimal disetiap momen politik, baik itu Pilpres dan lainnya, kader Muhammadiyah harus ada yang ikut bertarung, walaupun kalah akhirnya," ujar Hajriyanto sambil disambut tawa peserta diskusi.

Selain menghadirkan Hajriyanto, narasumber lainnya dalam kegiatan tersebut adalah Dr Hasanuddin MSi dari PPS Ilmu Politik Universitas Riau.(zal)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar