Stok Elpiji Melon di Pekanbaru Terindikasi untuk Warga Tetangga      

  • Selasa, 14 November 2017 - 14:05:36 WIB | Di Baca : 16 Kali

 


     

Pekanbaru, SeRiau-  Gejolak kelangkaan gas LPG 3 Kilogram di Kota Pekanbaru, membuat Pemerintah Provinsi Riau akhirnya turun tangan. Melalui Biro Administrasi Perekonomian Setdaprov Riau melakukan rapat terbatas bersama instansi terkait, Senin (12/11/17).

Diantaranya Pertamina, Dinas Perdagangan Kota Pekanbaru, SKK Migas dan beberapa yang lainnya. Titik fokus pembahasan adalah rencana melakukan razia rutin terhadap titik atau wilayah yan berpotensi 'memainkan' atau menimbun elpiji sehingga menyebabkan kelangkaan.

"Ada indikasi terjadi penimbunan elpiji oleh oknum-oknum. Razia rutin akan dilakukan," terang Kepala Biro Administrasi Perekonomian Setdaprov Riau, Darusman.

Disebutkannya, berdasarkan pantauan tim di lapangan, ada indikasi lain selain penimbunan penyebab kelangkaan elpiji 3 Kg."Kita melihat kelangkaan lebih banyak terjadi di wilayah perbatasan, terutama antara Pekanbaru dan Kampar. Mereka yang terdata sebagai warga Kampar, banyak membeli ke Pekanbaru," kata Darusman.

Sehingga, kata mantan Kepala Biro Humas Setdaprov Riau ini terjadi kekurangan persediaan untuk wilayah Kota Pekanbaru sendiri. "Karena mereka yang tinggal di perbatasan, lebih dekat membeli gas ke Pekanbaru dibanding wilayah Kampar sendiri," jelas Darusman.

Untuk itu, fungsi agen dan pangkalan sangat diharapkan dalam pendistribusian gas ke kedai-kedai kecil. Untuk diketahui, Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji 3 Kg di Pekanbaru sudah ditetapkan sebesar Rp18 ribu. Sementara sejak beberapa waktu belakangan, terjadi kelangkaan hingga gas elpiji 3 Kg dijual Rp35-40 ribu. ( Nor/Rpl)



Berita Terkait

Tulis Komentar