Bupati Tegaskan Segera Dipecat Kalau Masih Positif Narkoba

7 Anggota Satpol PP Positif Narkoba

  • Rabu, 06 September 2017 - 14:22:43 WIB | Di Baca : 249 Kali

KARIMUN, SeRiau - Sebanyak tujuh orang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Pulau Karimun dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba. Data tersebut didapat setelah dilkukan tes urine bagu semua anggota Satpol PP termasuk Kepala Satpol PP, TA Rahman yang digelar Selasa pekan lalu (29/8) di Gedung Serbaguna Kantor Bupati.


Atas temuan ini, Bupati Karimun Aunur Rafiq pun langsung mengumpulkan semua anggota Satpol PP se Pulau Karimun sebanyak 200 orang di Gedung Nasional, Rabu (6/9) untuk diberikan pengarahan dan penegasan.


Menurut Rafiq, berkaitan dengan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Pemadam Kebaran dibawah naungan Satpol PP yang kedapatan memiliki, menyimpan dan menggunakan bahkan terindikasi membantu mengedarkan narkoba, yang sekarang sedang berproses secara hukum di polres. Oleh karena itu atas kejadian ini saya sangat prihatin.

Loading...


"Kita hormati proses hukum dan kedepankan asas praduga tak bersalah. Setelah itu nanti akan kita terapkan undang-undang ASN dengan menerapkan sanksi, terberatnya adalah diberhentikan dari statusnya sebagai ASN. Kemudian berangkat dari situ lah kemarin saya memeirntahkan kepada Satpol PP untuk melaksanakan tes urine. Ternyata hasilnya terdindikasi ada tujuh orang positif narkoba. Tapi dua diantaranya diduga menggunakan obat batuk karena kondisinya memang sedang tidak sehat. Sedangkan lima lagi masih dalam pemantauan karena terindikasi. Saya tak bisa sebutkan namanya," kata Rafiq.


Terhadap lima orang yang dinyatakan betul-betul positif mengkonsumsi narkoba akan dilakukan pembinaan. Diawali dengan melakuakn tes urine kembali yang langsung diperintahkan agar digelar Selasa sore (5/9), guna memastikan apakah benar-benar positif mengkonsumsi narkoba.


"Kalau benar akan dilakukan pembinaan. Kalau dia sudah ketergantungan nanti akan kita rehabilitasi kurun waktu sesuai dengan lamanya penyembuhan. Nanti akan dilakukan tes urine lagi sekitar beberapa bulan kedepan. Kalau mereka ini kedapatan lagi maka saya langsung ambil tindakan tegas, yang statusnya kontrak saya berhentikan. Yang ASN ditindak sesuai undang-undang yang ada," tegasnya.


Sementara, Kepala Satpol PP Kabupaten Karimun, TA Rahman mengaku sangat kecewa terhadap bawahannya yang kedapatan memiliki narkoba sehingga ditangkap aparata. Menurutnya, peristiwa itu menjadi pelajaran bagi Satpol PP. Sehingga Selasa pekan kemarin (29/8) pihaknya pun melakukan tes urine bagi seluruh anggota Satpol PP di Kantor Bupati, yang kemudian ditemukan tujuh orang positif mengkonsumsi narkoba tapi dua diantaranya ternyata tengah sakit dan mengaku mengkonsumsi obat batuk.


"Semua yang terindikasi ini akan kita bina seusai arahan Bupati. Bentuk pembinaannya adalah akan kita panggil dan dibuatkan surat pernyataan. Isinya berupa penegasan, kalau kedapatan lagi saat tes urine akan ditindak tegas, kemudian selain pernyataan akan dilakukan rehab jalan," kata Rahman.


Sedangkan sanksi terberat nantinya akan diberikan kalau masih kedapatan, dengan cara diberhentikan jika statusnya adalah honor kontak, sedangkan yang berstatus ASN dikenakan undang-undang ASN.


Rencananya, Rahman pun akan mengusulkan anggaran untuk dilakukan tes urine bagi anggotanya yang ditugaskna di semua Kecamatan di pulau-pulau, sehingga semua anggota Saptol PP se Kabupaten Karimun harus dinyatakan bersih dari narkoba.


Soal penyebab banyaknya anggota Satpol PP terlibat narkoba, Rahman mengakui dikarenakan faktor pergaulan.


"Kita sama-sama tahu narkoba ada dimana-mana, jadi ini akibat pergaulan yang salah dan akhirnya membawa ke arah tidak baik. Makanya saya selalu ingatkan setiap apel kepada bawahan," tutup Rahman.(*)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar