Sebagai Jaminan Untuk 3 Investor

Bupati Berharap Presiden Segera Tandatangani RPP KEK Pulau Asam

  • Selasa, 31 Oktober 2017 - 13:33:12 WIB | Di Baca : 36 Kali

KARIMUN, SeRiau - Bupati Karimun Aunur Rafiq memastikan tiga perusahaan yang berniat berinvestasi di Pulau Asam, yang bakal menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tetap komitmen untuk membuka perusahaan di pulau tersebut.

"Saat ini kita masih menanti pengesahan KEK dan tinggal selangkah lagi, karena Rencana Peraturan Pemerintah (RPP) nya sudah ditangan Presiden Joko Widodo. Mudah-mudahan secepatnya disetujui agar ada kepastian dan jaminan bagi perusahaan," ucap Rafiq, Selasa (31/10) di Gedung Nasional.

Tiga perusahaan yang dimaksud antara lain adalah PT Karimun Storage Terminal, PT Batam Properta dan PT Aline Samanta. Dua perusahaan merupakan anak perusahaan dari PT Panbil Group dan satu dari Singapura.

Menurut Rafiq, sebetulnya upaya KEK Pulau Asam saat ini sudah menjadi kewenangan Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Pemkab Karimun sudah memberikan dorongan kepada Pemprov Kepri dan dalam hal ini Gubernur juga telah mendorong pemerintah pusat agar RPP nya segera ditandatangani. Sebagaimana RPP milik Kabupaten Bintan yang baru-baru ini sudah ditandatangani Presiden Joko 
Widodo.

"KEK Bintan kan sudah disetujui dan telah ditandatangani Presiden, tinggal Karimun yang belum. Ketika sudah ditangan Presiden ini artinya sudah tinggal selangkah lagi. Kita sih mengharpkan agar secepatnya. Sehingga kalau itu dapat segera terselesaikan para investor sudah bisa memulai pembangunan," harapnya.

Jika ketiga perusahaan tersebut beroperasi, maka akan menyerap tenagakerja sekitar 4000 orang. Angka penyerapan tenagakerja tersebut akan semakin meningkat ketika beberapa titik lagi dapat disegerakan progresnya, seperti satu perusahaan galangan kapal yang merupakan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) serta pembangunan kota baru di Kecamatan Tebing oleh anak perusaahaan 
Panbil Group. Sehingga total tenagakerja yang akan diserap dari keseluruhan itu mencapai 8000 orang bahkan lebih.

"Mudah-mudahan apa yang kita harapkan segera terealisasi. Kalau KEK ini disahkan secepatnya oleh Presiden, maka tahun 2018 mendatang merupakan satu era baru bagi kita di Kabupaten Karimun dalam hal perekrutan tenagakerja," kata Rafiq.

Diketahui, tiga investor yang akan di Pulau Asam dikabarkan akan mendirikan perusahaan konsorsium untuk membangun 50 oil storage terminal. Dengan luas lahan 357 hektare dan nilai investasinya mencapai Rp2,2 Triliun.

Sebelumnya, Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan, belum diresmikannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Asam di Kabupaten Karimun karena terkendala soal aturan fungsi hutan lindung. Meski demikian, ia optimistis KEK Pulau Asam akan ditetapkan tahun ini juga.

“Persyaratannya tinggal sedikit lagi itu, hanya soal fungsi hutan lindung. Presiden Joko Widodo juga sempat melihat aturan tersebut berupa birokrasi yang berbelit-belit. Sehingga dikatakan agar tidak terlalu ikuti birokrasi,” kata Nurdin saat berkunjung ke Karimun, baru-baru ini.(*)



Berita Terkait

Tulis Komentar