Sudah 184 Perusahaan Berdiri

Investasi di Wilayah FTZ Terus Meningkat

  • Ahad, 05 Februari 2017 - 10:52:20 WIB | Di Baca : 52 Kali

KARIMUN - Perkembangan Free Trade Zone (FTZ) di Kabupaten Karimun tahun 2017 ini mengalami peningkatan. Peningaktan yang dimaksud adalah dari segi jumlah perusahaan yang berinvestasi sampati awal tahun ini sudah mencapai 184 dari sebelumnya dipertengahan tahun 2016 lalu sebanyak 140 perusahaan.


Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, data 184 perusahaan itu hanya di wilayah FTZ, belum lagi diluar dari kawasan yang ditetapkan sebagaimana amanat dari peraturan pemerintah tentang FTZ yang dikelurkan pemerintah pusat tahun 2007 lalu.


"Hampir sembilan tahun FTZ berdiri di Karimun dan telah memberikan perkembangan yang sangat luar biasa. Kondisi ini semakin tampak ketika lima tahun terakhir ini. Sehingga nilai investasi pun ikut naik meski tidak begitu besar tapi diawal wahun ini mampu menambah angka sehingga menjadi Rp22,8 Triliun, dari sebelumnya hanya Rp22,5 Triliun," ucap Rafiq, kemarin.


Dari jumlah perusahaan dan nilai investasi itu lanjut dia, rata-rata adalah penanam modal asing (PMA). Yang didominasi oleh perusahaan shipyard dan tambang granit. Dengan nilai investasinya sekitar Rp15 Triliun.


Perluasan FTZ menurutnya, tentu sangat dibutuhkan guna memenuhi permintaan investasi, sayangnya usulan FTZ belum mendapat respon meski Badan Pengusahaan Kawasan (BPK) telah mencoba beberapa kali menghadap pemerintah pusat.


Menyiasati itu, pemerintah daerah kemudian mencoba mengusulkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bagi sembilan pulau yang ada di Kabupaten Karimun. Gayung bersambut, usulan itu pun akhirnya sudah memiliki gambaran dan sebentar lagi bakal disahkan Pulau Asam sebagai KEK di Kabupaten Karimun.


"Pada intinya antara FTZ dan KEK ini tujuannya adalah untuk menarik investor. Dengan harapan semakin berdampak kepada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karimun," tutupnya.(*)



Berita Terkait

Tulis Komentar