Lawan Covid-19, Setiap Warga Dihimbau Untuk Jujur


 

SeRiau - Mencermati jumlah kasus positif Covid 19 semakin meningkat signifikan, tentunya tidak bisa disepelekan dan juga tidak perlu menimbulkan kepanikan yang berlebihan.

Kita semua harus selalu optimis untuk bisa mencegah dan mengatasi dampak yang ditimbulkannya oleh virus yang dapat melumpuhkan berbagai aspek kehidupan. 

Virus Corona tidaklah bisa datang ke suatu daerah dan menyerang manusia, tanpa didatangkan oleh manusia itu sendiri. Oleh karenanya untuk mencegah berkembang dan penularannya diperlukan kesadaran kolektif untuk mengikuti protokol Corona Virus atau Covid 19 secara masif.

Pelaksana Tugas Kepala Diskominfotiks  Rohil Hermanto Uban yang juga selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Rohil mengatakan dimasa pendemi Corona Virus saat ini, dihimbau kepada setiap orang untuk jujur dan proaktif.
Kejujuran dan sikap proaktif setiap orang sangat diperlukan dalam upaya mencegah meluasnya akan terjangkitnya virus Corona atau Covid 19.

Di tambahkannya Segenap Unsur Pemerintah dan elemen bangsa yang sadar, telah, sedang dan akan terus melakukan berbagai upaya dalam  mencegah dan memutus mata rantai penularan virus Corona.

" Bagi siapapun, jika mempunyai keluhan kesehatan dan memiliki riwayat perjalanan dari daerah lain, terutama daerah yang telah dinyatakan sebagai zona merah atau daerah terjangkit Corona Virus hendaklah proaktif,

 " kasi tau atau lapor segera ke petugas, jangan mengelak dan jangan berbohong, jujur lebih baik dalam memutus penyebaran covid-19 ini " tuturnya".

Masyarakat juga diminta untuk Melaporkan kepada ketua RT (Rukun Tetangga) atau Lurah maupun Penghulu, bahwa dirinya baru datang ataupun pulang dari Kota "X" (daerah terjangkit) dan ingin dilakukan pemeriksaan terhadap dirinya akan jauh lebih baik untuk keselamatan dirinya, keluarganya dan orang lain.

Dengan adanya sikap proaktif begitu, Lurah atau Datuk Penghulu akan segera menghubungi Kapus (Kepala Puskesmas) yang selanjutnya Kapus meminta petugas medis terdekat dengan domisilinya untuk melakukan pemeriksaan dan dicatat sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Pentingnya kejujuran tersebut, karena kita tidak mau dan jangan sampai apa terjadi dan dialami oleh dokter dan para Medis di Rumah Sakit dr. Kariadi Semarang, terjadi ditempat kita. Yang mana tertularnya 46 (empat puluh enam) tenaga medis di Rumah Sakit dr. Kariadi Semarang Jawa Tengah itu, berawal dari sikap ketidak jujuran seorang pasien yang berobat kerumah sakit tersebut, tidak menyebutkan bahwa dirinya baru berpergian dari Zona Merah COVID 19.

Kalau dijantung pertahanan terakhir Covid 19 tersebut bisa tertular, ini merupakan sesuatu yang sangat serius. Untuk itu diharapkan seluruh jajaran Gugus Tugas Tanggap Covid 19, terutama rumah sakit dan Puskesmas untuk lebih memperketat Protokolan Kesehatan ditempat masing-masing demi melindungi petugas medis dan masyarakat. (ad)